Pacitan

Tiga Kelas Rusak Berat, Ratusan Pelajar Tak Nyaman Belajar

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Keselamatan ratusan pelajar SDN Ngadirejan, Pringkuku, terancam. Tiga ruang kelas diketahui rusak berat. Tembok bangunan retak dan usuk atap patah. ‘’Belajarnya pindah ke aula,’’ kata Yuniar Cahayani Salsabila, siswi kelas IV, Selasa (26/11).

Bela, sapaannya, sebelumnya takut ruang kelas yang ditempati ambruk. Hingga akhirnya kegiatan belajar-mengajar (KBM) dipindah ke aula. Meski sudah tidak lagi waswas, ruang belajar darurat itu sempit. Membuat belajar kurang nyaman. ‘’Semoga segera diperbaiki,’’ harap gadis sembilan tahun itu.

Sebanyak 78 dari total 234 siswa dialihkan tempat belajarnya. Perinciannya, 28 siswa kelas IV-A, 27 siswa (IV-B), dan 23 siswa (VI-A). Pemindahan karena tembok sekat antara kelas IV-A dan IV-B retak. Panjangnya sekitar tujuh meter, membentang dari ujung lantai hingga atap. Sedangkan lebar mencapai tiga sentimeter. ‘’Khawatir terjadi apa-apa, jadi kelas dikosongkan,’’ kata Kepala SDN Ngadirejan Kamadi.

Kamadi menyebut, ruang pertemuan berukuran sekitar 15×8 meter. Ruangan itu dibagi dua dengan sekat papan kayu. Meski sempit, langkah itu lebih baik ketimbang mempertaruhkan nyawa puluhan siswa. Sedangkan puluhan siswa kelas VI-A dipindah ke ruang penyimpanan gamelan. ‘’Belandar atap kelas patah,’’ ungkapnya seraya menyebut puluhan siswa kelas VI dipindah sejak September lalu.

Kamadi menduga keretakan dan patahnya atap kelas akibat tanah gerak. Retakan diketahui muncul awal tahun ini. Lambat laun, retakan semakin menganga. Lebarnya sampai bisa mengintip kelas lain. ‘’Posisi bangunan juga menjadi tidak tegak lurus,’’ imbuhnya.

Belakangan, retakan juga merembet ke bangunan lain. Yakni, 11 ruang kelas yang masih satu lajur dengan tiga kelas yang dikosongkan tersebut. Juga ruang kepala sekolah dan ruang kelas I. Namun, belum ada langkah mengungsikan dengan alasan retakan belum lebar. ‘’Pagar dan gapura dari utara sampai selatan sudah patah-patah, tidak normal lurus lagi,’’ bebernya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button