Magetan

Tiga Kecamatan Jadi Kantong TKI, Taiwan-Hong Kong Jadi Tujuan Utama

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Lapangan pekerjaan yang terbatas memaksa sebagian warga Magetan mengadu nasib di negeri orang. Disnaker mencatat tahun lalu ada 1.496 warga Magetan yang diberangkatkan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke sejumlah negara. Seperti Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. ‘’Paling banyak ke Taiwan,’’ kata Kepala Disnaker Magetan Suyadi Selasa (6/8).

Status sebagai TKI sengaja dipilih warga karena iming-iming bayaran yang besar. Di Taiwan, misalnya, honor sebagai TKI untuk pekerjaan formal (buruh) bisa mencapai Rp 10 juta. Sedangkan, untuk pekerjaan informal sekitar Rp 8 juta. Bayaran lebih sedikit diterima TKI yang bekerja di Singapura dan Malaysia. Rata-rata mereka hanya diberi honor sekitar Rp 4–6 juta untuk sektor pekerjaan informal.

Kendati demikian, Suyadi menyebut jumlah warga Magetan yang menjadi TKI itu melebihi angka pada 2017. Saat itu, ada sebanyak 1.475 yang diberangkatkan menjadi TKI. ‘’Kantong TKI itu berasal dari Panekan, Lembeyan, dan Karas,’’ sebutnya.

Namun, dari ketiga kecamatan itu, penyumbang TKI terbanyak adalah Kecamatan Lembeyan dan Parang. ”Akhirnya memang kecamatan-kecamatan ini yang menjadi sasaran kami untuk melakukan sosialisasi mengenai pentingnya menjadi TKI yang prosedural,’’ terangnya.

Diakuinya, pengaruh warga dari kecamatan itu sangat besar terutama di lingkungan tempat mereka tinggal untuk menjadi seorang TKI. Bahkan, pihaknya sempat menemukan calo yang berkeliaran menawari warga di tiga kecamatan tersebut untuk menjadi TKI. ‘’Makanya kami adakan sosialisasi supaya tidak terpengaruh calo,’’ tuturnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button