Magetan

Tiga Kecamatan di Magetan Susah Air Bersih

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Potensi kekeringan di musim kemarau tahun ini cukup tinggi. Tak kurang dari tiga kecamatan diprediksi paling parah mengalami kekeringan. Meliputi Kecamatan Karas, Parang, dan Lembeyan. ‘’Potensinya seperti tahun lalu. Tapi tidak sampai separah 2019,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ari Budi Santosa, Senin (7/6).

Terdapat dua desa di Karas yang berpotensi mengalami kekeringan. Yakni, Karas dan Kuwon. Sementara di Parang, Desa Trosono dinilai paling sulit mengakses air bersih. Sedangkan di Lembeyan, kekeringan diprediksi paling parah melanda Lembeyan Wetan. ‘’Beberapa desa sudah memiliki sumur dalam, sehingga cukup mengurangi dampak kekeringan,’’ sebutnya.

Menurut Ari, kekeringan paling parah di Magetan terjadi pada 2019. Dua tahun lalu ada 12 desa yang dilanda kekeringan. Hampir setiap hari truk tangki BPBD mengirim air bersih. Belum termasuk bantuan dari pihak swasta. Total 130.800 liter air dikirim selama kemarau 2019 lalu. ‘’Tahun 2020 berkurang drastis,’’ papar Ari. (fat/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button