Ngawi

Tiga Karyawan Bank Jatim yang Reaktif

Hanya Reaktif, Belum Tentu Positif

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kabar adanya tiga karyawan Bank Jatim Ngawi terpapar Covid-19 mulai sedikit terkuak. Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ngawi Budi ’’Kanang’’ Sulistyono menyatakan bahwa ketiga karyawan tersebut belum terkonfirmasi positif. Hanya, rapid test menunjukkan hasil reaktif.

Kanang  mengatakan, setelah ini bakal dilakukan rapid test kedua terhadap tiga karyawan yang reaktif Covid-19 itu. Kelak, hasilnya bisa nonreaktif. ‘’Maka dari itu, masyarakat tidak perlu risau dengan kabar ini,’’ kata Kanang usai rapat di Paseban Wedya Graha Kamis (14/5).

Namun, jika kelak hasilnya tetap reaktif akan dilakukan swab polymerase chain reaction (PCR) untuk memastikan status ketiganya. Sedangkan terkait potensi karyawan lain juga terpapar, Kanang menyebut pihak Bank Jatim sudah melakukan rapid test terhadap semua karyawannya. ‘’Tapi hanya ketemu tiga karyawan ini, lainnya aman,’’ ujar pria yang juga menjabat bupati Ngawi itu.

Kanang juga mengaku sudah memerintahkan dinkes untuk mengecek kondisi ketiga karyawan tersebut. Jika masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), perlu dilakukan isolasi mandiri. Selain itu, semua yang berhubungan dengan ketiganya harus dilakukan tracing. ‘’Kami minta ketiganya melakukan isolasi mandiri dan sementara tidak masuk kerja dulu sampai ada rapid test kedua,’’ tuturnya.

Meski beberapa karyawannya terindikasi reaktif Covid-19, Kanang memastikan operasional bank tersebut tetap berjalan. Sebab, jasa perbankan menyangkut ekonomi yang lebih luas di masyarakat. Di sisi lain, dia meminta pihak perbankan lebih selektif dan teliti.

Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk semua perbankan dan lembaga keuangan di Ngawi terkait kewajiban melakukan rapid test mandiri terhadap karyawannya. Hal itu sebagai bentuk antisipasi munculnya kasus Covid-19 dari klaster perbankan.

Pimpinan Cabang Bank Jatim Ngawi Devi Permadi hingga kemarin masih belum bisa dikonfirmasi terkait kabar adanya tiga karyawan yang reaktif Covid-19. Saat Radar Ngawi mendatangi kantornya, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Pembantu BNI 46 Ngawi Dudy Handoko mengaku mendukung imbauan pemerintah daerah agar semua perbankan melakukan rapid test terhadap seluruh karyawannya. ‘’Kebetulan di kantor kami setiap tahun ada medical check up. Rencananya sekalian dilakukan rapid test,’’ ungkapnya.

Dudy mengatakan, kantor cabang pembantu BNI 46 di Ngawi ada dua. Yakni, di Ngawi dan Mantingan. Total karyawan kedua kantor tersebut tidak banyak, hanya 17 orang. Pun, pihak bank sudah menyiapkan anggaran medical check up dan rapid test. ‘’Jadi, tidak ada masalah kalau diminta melakukan rapid test,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close