Advertorial

Tiga Hari, Kelompok 112 KKN UNS Kelar Revitalisasi Jalur Evakuasi Gunung Lawu via Ngiliran

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dijalani oleh Kelompok 112 KKN UNS. Dibawah bimbingan dosen Sahirul Alim Tri Bawono, KKN tahun ini mengambil tema UNS Membangun Desa.

Ketua Kelompok 112 KKN UNS Mahafid Aziz mengatakan, kegiatan program KKN kelompoknya digelar di Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Magetan. Ada sejumlah program kerja yang digagas sembilan anggota kelompoknya selama menjalani kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut. ‘’Selama di Desa Ngiliran, salah satu kegiatan yang kami lakukan yaitu pemetaan dan pemasangan petunjuk arah jalur evakuasi Gunung Lawu via Ngiliran, Panekan,’’ ujarnya, Selasa (31/8).

Adapun tujuan kegiatan itu adalah untuk merevitalisasi dan mempersiapkan jalur evakuasi Gunung Lawu via Ngiliran untuk menjadi jalur umum pendakian. Selain itu, dengan kegiatan yang digagas kelompoknya ini dapat mempermudah tim SAR dalam melakukan proses evakuasi kejadian yang tak terduga.

Misalnya jika apabila ada bencana di Gunung Lawu bisa lewat jalur Ngiliran. ‘’Setidaknya kami membutuhkan waktu tiga hari untuk merevitalisasi jalur tersebut. Terhitung mulai tanggal 16–18 Agustus lalu,’’ terang Mahafid.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian papan petunjuk arah dan penanda jalur pada titik pertemuan, antara Jalur Candi Cetho dan Ngiliran menuju puncak Lawu. ‘’Kami juga melakukan pemangkasan semak belukar yang menghalangi jalur agar mudah dilalui,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, Mahafid berharap dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok 112 KKN UNS tersebut masyarakat bisa mengetahui keberadaan jalur evakuasi Gunung Lawu via Ngiliran. Hal ini dikatakan bahwa jalur tersebut cukup menarik karena track yang panjang dimulai dari ketinggian 1080 mdpl. Dengan jalur yang terletak di sepanjang punggungan gunung, membuat jalur ini mudah diakses dan mudah diamati ketika ada kegiatan SAR, serta percabangan jalur yang sangat sedikit, membuatnya semakin cocok untuk jalur evakuasi.

Selain itu, kelompoknya juga telah membuatkan peta dua dimensi untuk jalur evakuasi gunung Lawu via Ngiliran yang informatif. ‘’Dengan demikian, ini semua diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para pendaki untuk mencoba pendakian melalui Ngiliran dan makin dikenal banyak orang sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga setempat,’’ ujar Mahafid. (ebo/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button