Madiun

Tiga Hari, Bos Konveksi Disandera di Dalam Mobil

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Bak drakor (drama Korea). Hen, bos konveksi, warga Jakarta, disandera mantan karyawannya. Tiga hari, laki-laki 38 tahun itu dianiaya di dalam mobil dari Jakarta sampai Madiun. Komplotan pelaku minta uang tebusan Rp 5 miliar. ‘’Tangan saya diborgol, kaki diikat, mata ditutup, ditusuk beberapa kali,’’ kata Hen di Mapolres Madiun, Jumat (6/8).

Hen menjalani proses hukum lebih lanjut terkait nahas yang menimpanya. Tubuh pengusaha itu penuh luka. Pergelangan tangan, kaki, dan mata sebelah kiri lebam. Dia tak menyangka niat baiknya kepada mantan karyawannya itu berujung petaka. ‘’Awalnya mantan karyawan saya ingin menggadaikan mobil, saya terima. Tapi malah jadi seperti ini,’’ ungkap Hen.

Kejadian bermula saat Hen bertemu untuk bertransaksi di suatu tempat di Jakarta, Senin lalu (2/8). Urung bertransaksi, Hen tiba-tiba disekap empat orang pria. Tangannya diborgol, kaki diikat, dan mulut dilakban. Hen disandera di dalam mobilnya, Toyota Fortuner B 1540 BJR. ‘’Tidak tahu dibawa ke mana, yang jelas di dalam mobil terus,’’ bebernya.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama mengungkap terbongkarnya kasus ini. Berawal ketika empat pelaku mampir di warung, Desa Pajaran, Saradan, Rabu lalu (4/8). ‘’Korban disekap di bagian belakang mobil. Saat kawanan pelaku ke warung, dia pindah ke ruang kemudi,’’ ujar Raja.

Hen berusaha kabur. Dengan tangan terborgol, dia menggeber Fortuner hitamnya. Para pelaku berusaha mengejar. Ada yang memanfaatkan jasa ojek, ada juga yang mengejar lalu bergelayutan di mobil. ‘’Pelaku yang sempat nyangkut di mobil itu jatuh setelah mobil yang dikemudikan korban menabrak kendaraan lain,’’ paparnya.

Warga yang melihat tidak ngeh dengan upaya Hen itu. Mereka menganggap sebagai kasus tabrak lari yang kemudian dilaporkan ke Polsek Saradan. Singkat cerita, Hen dihentikan setelah masuk wilayah Kabupaten Nganjuk. Dari situ terbongkar drama penyanderaan itu. ‘’Para pelaku minta uang tebusan Rp 5 miliar. Hasil pemeriksaan sementara, baru mendapat Rp 10 juta,’’ terang Kasatreskrim. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button