features

Tiga Bulan Sudah Nurul Qotimah Nakhodai Ruang Isolasi

Dukungan Keluarga Jadi Penyemangat

Sungguh tidak ringan tugas para perawat ruang isolasi pasien korona. Risiko terpapar sudah pasti menjadi tantangan terberat. Bagaimana antisipasinya? Nurul Qotimah berkisah pengalamannya menjadi kepala ruang isolasi Covid-19 RSUD Kota Madiun.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

PAVILIUN Cendana di lantai 2 RSUD Kota Madiun siang itu baru saja di-launching wali kota sebagai ruang isolasi pasien Covid-19. Hanya berselang beberapa jam datang lima pasien terkonfirmasi positif. Tiga hari kemudian, ruangan tersebut dipenuhi warga terpapar korona, tanpa menyisakan satu bed pun.

Memori itu masih melekat kuat di benak Nurul Qotimah, kepala ruang isolasi Covid-19 RSUD Kota Madiun. Sejak kali pertama menangani pasien korona, Nurul sering membesarkan hati rekan-rekannya kala bertugas. Mereka diminta sabar, ikhlas, dan tidak takut berlebihan. Juga mewanti-wanti tak lupa mengenakan alat pelindung diri (APD) agar terlindungi.

Saat ini Nurul membawahi perawat ruang isolasi yang jumlahnya sebanyak 18 orang. ”Saya sering bilang ke teman-teman. Usahakan jangan sampai terkena. Kalau terkena jangan sampai bergejala, kalau bergejala jangan sampai parah, kalau parah jangan sampai meninggal, kalau meninggal semoga syahid,” paparnya.

Sejatinya, RSUD sempat menyiapkan tempat isolasi di ruang Wijaya Kusuma. Namun, karena kasus Covid-19 meningkat signifikan, pada akhir Desember 2020 ada instruksi untuk menambah ruang isolasi. ”Saya selalu memotivasi teman-teman untuk berjuang bersama, tetap optimistis, dan saling menguatkan,” tuturnya.

Tugas Nurul dan sejawatnya merawat pasien Covid-19 tidak jauh berbeda dengan saat mendampingi pasien umum. Bedanya, saat berada di ruangan harus mengenakan APD lengkap. Selain itu, pasien tidak boleh ditunggui siapa pun.

Dia masih ingat betul saat awal-awal pandemi dirinya kerap menetaskan air mata. Itu terjadi manakala ada pasien yang nyawanya tak tertolong. ”Pasti ikut sedih. Senangnya kalau melihat pasien pulang dalam kondisi sudah terbebas dari korona,” katanya.

Selama bertugas di ruang isolasi, Nurul dan para sejawatnya tak jarang mendapati pasien yang rewel, minta cepat dipulangkan. Beruntung, semuanya dapat dibujuk hingga baru pulang setelah dinyatakan sembuh. ”Keluarga mendukung. Itu yang menambah semangat saya,’’ ucapnya. (*/isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button