Ngawi

Tidak Terpengaruh Pandemi, Permohonan Izin Usaha Tetap Tinggi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pandemi Covid-19 tidak mengurangi animo warga mengurus izin usaha. Data dari online single submission (OSS) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan angka pengajuan izin usaha di Ngawi tetap tinggi.

Bahkan, hampir bisa dipastikan tahun ini angkanya melampaui 2019 lalu. ‘’Jumlah permohonan (izin usaha) yang masuk tetap tinggi,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Totok Sudaryanto Kamis (18/6).

Totok mengungkapkan, sepanjang 2019 lalu total pengajuan izin usaha tercatat sekitar 7 ribu. Sementara, hingga Juni tahun ini sudah mencapai 5 ribu. ‘’Dibandingkan 2018 kenaikannya lebih signifikan lagi. Waktu itu dalam setahun hanya tercatat 1.200-1.300 permohonan,’’ paparnya.

Menurut mantan kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Ngawi itu, tren kenaikan permohonan izin usaha tidak terlepas dari kemudahan pengurusan melalui OSS. ‘’Meskipun di rumah saja, masyarakat tetap bisa mendaftar lewat OSS,’’ ujarnya.

Totok memperkirakan, jika dihitung dari angka minimal modal yang harus ditanamkan setiap satu jenis usaha, total nilai investasi yang masuk dari ribuan pengajuan izin itu sudah menembus angka ratusan miliar. ‘’Kalau satu pengajuan minimal modalnya Rp 50 juta, kurang lebih total investasinya Rp 200 miliar,’’ katanya.

Namun, lanjut Totok, angka tersebut belum bisa disebut capaian investasi di Ngawi. Sebab, data pengajuan izin di OSS itu belum tentu semuanya terealisasi. Sebab, sejumlah pemohon tidak menindaklanjutinya dengan pengurusan izin di DPMPTSP. ‘’Target investasi tahun ini sekitar Rp 209 miliar,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close