Madiun

Tidak Sampai Isolasi, Cukup Sterilisasi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun tidak menerapkan lockdown alias isolasi daerah. Namun, seluruh pintu masuk kota dari berbagai penjuru daerah lain ditutup sementara. Serta melakukan sterilisasi di beberapa titik di dalam kota.

Sedikitnya ada empat titik akses masuk kota yang ditutup. Yakni, dari arah Jembatan Sambirejo untuk membatasi akses masuk dari arah Kabupaten Madiun dan Magetan; Simpang Gading dialihkan ke Jalan Ring Road Barat; Jalan Yos Sudarso (Simpang Rejo Agung) dari arah Kabupaten Madiun dan daerah timur; serta Jalan Soekarno Hatta (Simpang Te’an) dari arah Kabupaten Madiun, Ponorogo, dan sekitarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rosidi mengungkapkan, aturan itu sebagaimana instruksi wali kota untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Diterapkan per Sabtu lalu (28/3) hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan. Aturan itu berlaku mulai pukul 10.00-14.00 dan 19.00-23.00. ‘’Ada jeda waktu, tapi di jam itu dilakukan penutupan selektif,’’ kata Ansar saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun Minggu (29/3).

Jam selektif pada pukul 23.00-10.00, misalnya, petugas tetap berjaga dan memeriksa pengendara yang masuk. Untuk pengendara yang mengangkut logistik serta barang dagangan tetap diizinkan masuk. Namun, harus diperiksa dan disterilisasi dengan cairan disinfektan. ‘’Hal sama juga diberlakukan bagi warga dari dalam kota,’’ lanjut Ansar.

Masing-masing titik dijaga ketat dengan melibatkan petugas gabungan. Mulai petugas dishub, polisi, tentara, POM-AD, satpol PP, dan damkar. Dishub sendiri mengerahkan 12 personel yang ditempatkan di empat titik sesuai sif yang telah diatur. ‘’Kalau dari luar kota tanpa kepentingan apa pun, silakan balik kanan,’’ tegasnya.

Kebijakan ini bagian dari ikhtiar bersama-sama menanggulangi Covid-19. Yakni, menghindari kerumunan dan keramaian lantaran kota menjadi pusat jujukan warga Madiun Raya. Kebijakan ini bakal dievaluasi setiap pekannya. ‘’Tidak menutup kemungkinan titik-titiknya ditambah,’’ sambung Ansar.

Sterilisasi juga diberlakukan di Jalan Mastrip, Jalan Agus Salim, dan Jalan Pahlawan. Pintu masuk jalan disekat dan hanya dikhususkan untuk akses masuk warga Kota Madiun. Pun harus melalui pemeriksaan dan penyemprotan sterilisasi sebagaimana protokol yang telah ditentukan. ‘’Kami bersinergi dengan berbagai pihak, mulai relawan dari BPBD, PMI, polisi, tentara, satpol PP, dan unsur lainnya,’’ tuturnya.

Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Budi Cahyono telah menginstruksikan anggotanya untuk berkoordinasi dengan tim medis di posko jika mendapati pengendara mencurigakan. ‘’Jika ada yang dicurigai mengalami gejala klinis mirip Covid-19, langsung ditangani tim medis di posko. Petugas di lapangan dibekali thermo gun,’’ ujarnya.

Pihaknya berharap seluruh kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat dipatuhi masyarakat. Dia meminta masyarakat untuk produktif di rumah sembari menunggu keadaan kondusif. ‘’Apa yang kami lakukan ini demi kepentingan orang banyak. Mari kita patuhi dan menjauhi kerumunan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close