features

Tidak Pernah Puas

Nama : Agisnia Nur Azizah
Tanggal Lahir : 15 Mei 1999
Pendidikan Terakhir : Pendidikan Seni Musik UNY
Media Sosial : Instagram: @agisniaazizah, YouTube: Agisnia Nur Azizah

CANTIK, piawai menyanyi, dan berprestasi. Predikat itu layak disandang Agisnia Nur Azizah. Tak hanya satu genre, perempuan 23 tahun itu menguasai berbagai aliran musik. Pun, kiprahnya beberapa kali berbuah penghargaan hingga level nasional. Saat ini Agisnia sedang mempersiapkan lagu terbaru bergenre pop Jawa.

Bagaimana awal mula kamu menekuni dunia tarik suara?
Sebenarnya aku juga memiliki bakat di bidang tari. Tapi, yang lebih menonjol menyanyi. Aku juga menguasai beberapa alat musik seperti piano dan drum. SD kelas III aku ikut les nyanyi keroncong. Kelas IV belajar nyinden. Kelas V baru ikut les nyanyi pop dan mulai ikut lomba.

Genre musik apa saja yang kamu kuasai?
Keroncong, campursari, dan pop. Tapi, aku lebih nyaman dan menyukai campursari.

Pernah ikut kompetisi apa saja?
Sejak usia SD aku sudah ikut berbagai lomba menyanyi. Mulai tingkat kota, karesidenan, sampai nasional. Yang paling berkesan Bintang Radio 2015 tingkat nasional mewakili Kota Madiun. Waktu itu dapat juara V. Selain itu, Peksiminas mewakili kampusku di Jogjakarta. Lolos sampai tingkat nasional dan dapat juara I. Aku juga pernah ikut audisi The Voice Indonesia season 4 dan berhasil lolos sampai delapan besar battle round tim Isyana Sarasvati.

Apa resepnya bisa menguasai berbagai genre musik dan bisa meraih prestasi bergengsi?
Intinya jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih. Selalu belajar hal baru dan bekerja keras. Penting juga membangun aura yang bagus. Kalau auranya baik, otomatis pembawaan dirinya juga baik.

Bagaimana dengan job manggung di masa pandemi Covid-19?
Alhamdulillah masih ada, walaupun tidak sebanyak sebelum pandemi. Sekarang aku hanya menyanyi di acara internal. Selain itu, sedang mempersiapkan rekaman dan syuting klip video lagu baruku di Jakarta. Aku sudah tergabung salah satu label rekaman. Tapi, sementara ditunda karena PPKM darurat. Doakan bisa segera rilis ya.

Siapa yang menjadi inspirasimu dalam berkarier?
Pertama orang tuaku. Mereka guru sekaligus seniman. Aku juga sangat mengidolakan almarhum Mas Didi Kempot. Bisa dibilang, dari bayi oleh orang tuaku, aku sudah diperdengarkan lagu-lagu beliau. Hampir semua lagunya aku hafal dan punya koleksi seluruh albumnya. Itu yang membuat aku sangat menyukai genre musik campursari.

Apa project dalam waktu dekat?
Saat ini aku sedang mempersiapkan lagu terbaru bergenre pop Jawa. Saya rasa di Indonesia belum banyak lagu Jawa dengan aransemen pop modern. Sebelumnya di channel YouTube-ku sudah ada sembilan lagu. Ini lagu ke-10. Tentunya dengan konsep baru yang berbeda. (fit/aan/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button