Magetan

Tidak Penuhi Syarat Pindah Pilih, Ribuan Santri Terancam Golput

MAGETAN – Potensi golongan putih (golput) dari kalangan santri begitu besar di Magetan. Seperti di Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, dari 10 ribu lebih santri luar daerah yang punya hak pilih, baru 3.140 masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb). ’’Karena tidak semua memenuhi syarat pindah pilih,’’ kata Komisioner Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Magetan Nur Salam.

Menurut Salam, tidak semua santri membawa administrasi kependudukan. Mereka tak bisa menunjukkan e-KTP dan kartu keluarga (KK). Sehingga, meski salah satu syarat pindah pilih karena menempuh pendidikan sudah terpenuhi tetap tidak dimasukkan dalam DPTb. Sedangkan para santri tidak diperkenankan untuk membawa handphone. Sehingga, mereka tidak bisa meminta orang tua di rumah untuk mengirimkan foto e-KTP maupun KK. ’’Kami tidak memiliki dasar untuk memasukkan mereka dalam DPTb,’’ jelasnya.

Meski dapat menunjukkan administrasi kependudukan pun tidak menjamin para santri bisa nyoblos di TPS ponpes. Sebab, jika mereka tidak terdata sebagai pemilih di daerah asal, otomatis tidak bisa menjadi pemilih pindah pilih. Banyak faktor yang menjadi penyebab mereka tidak terdaftar di daerah asal. Kebanyakan, mereka mondok sudah dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, ada pula yang sudah mondok hingga 10 tahun lamanya. ’’Sehingga, tidak terdeteksi di daerah asalnya,’’ katanya.

Beberapa santri juga tidak mau dimasukkan ke dalam DPTb. Ada yang ingin pulang kampung untuk nyoblos. Sebab, jika pindah ke TPS Temboro, ada konsekuensi yang harus dibayar. Mereka tidak menerima lima surat suara. Kemungkinan mereka hanya bisa memilih presiden dan wakil presiden. Sebab, untuk memilih wakil rakyat, jika berada di daerah pemilihan (dapil), mereka tidak akan mendapatkan surat suara. ’’Ada yang mau pulang, jadi tidak kami masukkan ke pemilih pindah pilih,’’ ungkapnya.

Banyaknya santri yang belum terdata itu, dikatakan Salam, juga lantaran masih banyak santri yang berada di luar ponpes. Sudah menjadi tradisi dari Ponpes Al-Fatah, secara berkala mereka menyebar ke kampung-kampung untuk menyebarkan agama Islam. Namun, pendataan tahap kedua bakal dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga, mereka yang tercecer bisa dimasukkan dalam DPTb. Potensinya mencapai 1.000 santri. ’’Pekan depan sudah kembali ke pondok. Akan segera kami data lagi,’’ pungkasnya. (bel/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button