Ngawi

Tidak Kenal Musim, Setiap Bulan Selalu Ada Kasus DBD

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Musim pancaroba, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ngawi meningkat. Pun, puluhan warga dirujuk ke rumah sakit lantaran terserang penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.

Catatan dinas kesehatan (dinkes) setempat, sepanjang Oktober lalu terdapat 29 kasus DBD. Sedangkan pada November turun menjadi 21. ‘’Sekarang demam berdarah tidak mengenal musim, hampir setiap bulan kasusnya selalu ada,’’ kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ngawi Endah Pratiwi Jumat (6/12).

Beberapa waktu lalu bupati mengeluarkan surat edaran berisi imbauan untuk menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSM) di setiap kecamatan. Namun, upaya dengan cara kerja bakti serentak saban Jumat itu tak berjalan maksimal.

Rencananya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan puskesmas untuk kembali menggalakkan PSM. ‘’Tentunya dengan cara yang benar, tidak hanya asal bersih-bersih. Termasuk menguras bak mandi, itu juga ada aturannya,’’ sebut Endah.

Selain di genangan air, nyamuk DBD biasa berkembang biak di semak belukar dan kebun. ‘’Maka dari itu harus sering dibersihkan. Tapi, harus serentak, jangan satu dua rumah saja,’’ ujar Endah sembari menyebut sepanjang tahun ini tiga orang meninggal akibat DBD.

Endah menyebut, fogging hanya mampu memberantas nyamuk dewasa. Sementara, jentik-jentiknya mampu bertahan dan berkembang biak. Di sisi lain, penyemprotan tersebut berbahaya bagi kesehatan lantaran cairan fogging mengandung logam berat. ‘’Gotong royong membersihkan lingkungan lebih efektif,’’ pungkasnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close