Magetan

Tidak Ada Bantuan Subsidi, Pemkab Hanya Bina WTS eks Warem Malang

MAGETAN – Aksi penertiban warung remang-remang (warem) di Desa Malang, Maospati, ternyata tidak dibarengi solusi terkait nasib penghuni bekas tempat tersebut. Pemkab Magetan memastikan tidak ada bantuan subsidi pasca pembongkaran 56 bangunan di tepi jalan Magetan-Ngawi itu. ‘’Untuk penghuni yang berasal dari Magetan kami pulangkan, sedangkan di luar itu kami tidak mempunyai hak untuk memfasilitasi,’’ kata Kasi Opsdal Satpol PP Magetan Khamim Basori Kamis (11/7).

Diungkapkannya, sebelum penertiban sempat dilakukan pendataan. Hasilnya, mayoritas penghuni warem itu berasal dari luar Magetan. Seperti Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Bojonegoro. ‘’Sebelum dilakukan penertiban, sebagian di antara mereka juga sudah pergi. Hanya beberapa orang yang bertahan,’’ ujarnya.

Beberapa orang itu tetap bertahan karena tidak ada tempat tinggal lain. Bangunan semipermanen itu merupakan satu-satunya tempat hidup mereka. Namun, petugas tetap tidak menoleransi. ‘’Sepertinya memang belum ada program dari pemkab bagi mereka,’’ tuturnya.

Kepala Dinsos Magetan Sucipto menegaskan tidak ada bantuan subsidi bagi bekas penghuni warem Malang. Yang ada sebatas pembinaan bagi mereka yang berstatus wanita tunasusila (WTS). ‘’Kami akan berikan pembinaan di panti rehabilitasi yang ada di Kediri,’’ katanya.

Namun, hasil identifikasi terakhir yang dilakukan petugas di lapangan belum ditemukan mantan penghuni warem berstatus WTS. Sebagian di antara mereka hanya membuka usaha warung makanan dan tempat hiburan. ‘’Belum ditemukan adanya WTS. Mayoritas menjual makanan. Tapi, beberapa di antaranya kedapatan juga menjual minuman keras,’’ ungkap Sucipto.

Bagaimana dengan permintaan penghuni agar ada pelatihan keterampilan bagi mereka? Menanggapi hal itu, Sucipto menerangkan pihaknya akan mengevaluasi secara keseluruhan. Meski demikian, pemkab tidak bisa memberikan subsidi bagi eks penghuni warem Malang. Sebab, sesuai dengan regulasi, bangunan itu melanggar aturan. (mgc/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button