Madiun

TGPP Covid-19 Kota Madiun Telusuri Riwayat Perjalanan Pasien Keempat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pasien positif keempat dari klaster Sampoerna terlacak tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. Lantas dari mana perempuan 37 tahun warga Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, itu tertular Covid-19?

Jubir Tim Gugus Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah menegaskan bakal terus melakukan tracing. Menurutnya, kecil kemungkinan jika yang bersangkutan terinfeksi dari transmisi lokal. Diperkirakan informasi yang diberikan belum lengkap. ‘’Yang bersangkutan mengaku tidak pergi ke mana pun saat di-tracing petugas. Karena itu, penelusuran terus dilakukan,’’ kata Aflah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, sebelum dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab test, pasien 04 tersebut pernah bepergian ke dua daerah. Ada yang menyebut pekerja PT Digjaya Mulia Abadi. Pabrik rokok mitra produksi sigaret PT HM Sampoerna di Kabupaten Madiun itu selesai mendatangi acara di Sidoarjo. Sumber lain menyebut pernah pergi ke Rungkut Menanggal, Gunung Anyar, Surabaya. Belakangan diketahui suami yang bersangkutan berasal dari Surabaya. Diperkirakan mandor yang membawahi 50 pekerja itu berkunjung ke rumah suami setelah acara di Sidoarjo. Aflah menegaskan tim gugus bakal menelusuri kebenaran riwayat perjalanan tersebut. ‘’Kami harus menelusuri lagi dia tertularnya dari mana. Harus benar-benar dicek,’’ lanjutnya.

Aflah berharap mendapatkan informasi yang utuh dari pasien 04. Sehingga dapat memudahkan petugas dalam menjaring siapa saja yang pernah kontak sebelumnya. ‘’Harapannya yang bersangkutan menyampaikan info sedetail-detailnya supaya kita bisa mencegah penyebaran Covid-19,’’ ungkapnya.

Sementara ini petugas menemukan ada lima orang yang melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan. Kelimanya yang merupakan keluarga pasien 04 itu telah menjalani rapid test di Puskesmas Patihan, Rabu sore (27/5). Hasilnya nonreaktif. Kelimanya diminta isolasi mandiri selama 14 hari dan setelah itu bakal menjalani tes cepat pemeriksaan imuno dan serologi terhadap SARS-Cov-2 antibody test tahap dua.

Wali Kota Madiun Maidi berharap tidak ada penambahan kasus baru dari klaster Sampoerna tersebut. Dia mengungkapkan riwayat bepergian yang bersangkutan diperkirakan ke banyak daerah. Mengingat pabrik Sampoerna tidak hanya ada di Kabupaten Madiun. Melainkan tersebar di daerah-daerah, khususnya di Jawa Timur. ‘’Riwayat perjalanannya ya banyak, kan Sampoerna tidak hanya di Madiun, tapi juga di Surabaya,’’ kata Maidi.

Maidi memastikan tidak akan menarik peredaran produk rokok terkait. Pemkot mengapresiasi kesigapan manajemen perusahaan dalam melakukan rapid test bagi seluruh karyawannya yang mencapai 895 orang. ‘’Klaster Sampoerna itu tempatnya sudah disemprot. Warganya yang kontak erat sudah dicek. Dia yang kena itu juga udah masuk (rumah sakit). Itu untuk meyakinkan lingkungan dan masyarakat. Mudah-mudahan cukup satu dari klaster Sampoerna,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close