Ngawi

Tewasnya Andini Dipicu Faktor Ekonomi?

Balita yang Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Ayah

TEWASNYA Andini Ayu Ningtyas, bayi berusia 5 bulan asal Dusun Ngantru, Ngawi Purba, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, yang diduga akibat dianiaya ayahnya mengagetkan berbagai kalangan. Tak kurang pemkab menyayangkan kejadian tersebut.

‘’Apalagi ini menimpa balita,’’ ujar Gatot Kariyanto, kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas  Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Ngawi, Senin (4/11).

Menurut Gatot, kasus kekerasan terhadap anak beberapa waktu terakhir mulai marak. Pihaknya mencatat, sepanjang tahun ini sedikitnya ada 20 laporan masuk. Layaknya fenomena gunung es, angka riil di lapangan bisa jadi lebih tinggi. Pasalnya, sebagian warga memilih menyelesaikan secara kekeluargaan atau menutupi. ‘’Terkadang dianggap aib, sehingga enggan melapor,’’ katanya.

Gatot menyebut, baru kali ini pihaknya mendapati kasus kekerasan pada anak sampai menyebabkan kematian. Namun, diakuinya pelaku aksi kekerasan terhadap anak kerap dilakukan orang terdekat. Termasuk orang tua asuh dan ayah tiri korban. ‘’Dalam sebulan ada satu-dua laporan semacam itu,’’ jelasnya.

Dia menambahkan, sejauh ini faktor ekonomi mendominasi kasus kekerasan pada anak. Gatot menduga, faktor itu pula yang melatarbelakangi tewasnya Andini. ‘’Mestinya kalau tetangga mengetahui ada indikasi kekerasan seharusnya melapor,’’ ujar Gatot.

Selain aksi kekerasan, kata dia, kasus pelecehan seksual dengan korban anak di bawah umur –termasuk anak berkebutuhan khusus- juga kerap terjadi. Pun, biasanya pelakunya orang terdekat. Parahnya lagi, tahun ini pihaknya menangani sedikitnya tiga kasus perkosaan hingga hamil.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak dan Tumbuh Kembang Anak DP3AKB Ngawi Heri Suprapto menambahkan, pihaknya kerap melakukan sosialisasi dan pencegahan kasus kekerasan pada anak berkebutuhan khusus. ‘’Sudah kami sosialisakan di tiap kecamatan,’’ tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Andini diduga tewas akibat dianiaya M. Juniarto, 31, ayah kandungnya. Bayi tersebut diduga menjadi sasaran pelampiasan kemarahan Juniarto usai terlibat cekcok dengan istrinya.

Tragedi tersebut berawal saat Andini dibawa Juniarto berkunjung ke rumah Sofiah, 52, nenek korban, Minggu pagi (3/11). Namun, sampai di rumah sang nenek, Andini rewel dan beberapa kali menangis.

Hal itu membuat Juniarto jengkel dan melayangkan beberapa pukulan ke beberapa bagian tubuh korban. Di antaranya, dahi, kepala belakang, pelipis, punggung, dan mata. Puas melampiaskan amarah, Andini lantas diserahkan kepada Sofiah.

Sofiah yang mendapati cucunya batuk dan beberapa kali tersedak lantas membawa Andini ke UGD puskesmas setempat. Namun, sang cucu akhirnya mengembuskan napas terakhir beberapa saat setelah mendapat perawatan. (gen/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button