MagetanPendidikan

Tetap MPLS Luring di Tengah Pandemi

Tiga Hari, Sembilan Kelas Bergiliran Masuk

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMPN 4 Magetan menggunakan sistem luar jaringan (luring). Kerumunan siswa saat hendak masuk kelas dan menunggu giliran dicek suhu tubuhnya tak terhindarkan.

Mereka hanya diberi aba-aba jaga jarak satu lengan. Beberapa siswa tak mengenakan masker. Ada pula yang bergandengan tangan. ‘’Namanya anak-anak, harus terus diingatkan,’’ kata Kepala SMPN 4 Magetan Agus Sunardi Senin (13/7).

Meski di tengah pandemi Covid-19, Agus tetap memilih sistem luring. Namun, tidak semua siswa dikumpulkan. Hanya perwakilan. Sesuai surat edaran (SE) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Magetan. Satu kelas maksimal 16 siswa. Satu hari hanya tiga kelas yang masuk. Sehingga, dalam tiga hari sembilan kelas bergiliran MPLS. ‘’Kami buat dua sif, pagi dan siang,’’ jelasnya.

Sementara, siswa yang tidak masuk tetap mengikuti MPLS daring via YouTube. Agus percaya siswa memiliki antusiasme tinggi dengan lingkungan sekolah baru. ‘’Meski luring, kami tetap menjalankan protokol kesehatan,’’ tegasnya.

Menurut Agus, MPLS momen penting bagi siswa baru. Tidak hanya dikenalkan lingkungan sekolah, tapi juga para guru baru. Pada MPLS kemarin perpustakaan sekolah meminjamkan buku kepada para siswa baru. ‘’Karena KBM (kegiatan belajar-mengajar, Red) tetap daring,’’ ungkapnya.

Beda sistem diberlakukan sekolah lain. SMPN 1 dan 2 Magetan serta SMPN 3 Plaosan. Halaman tiga sekolah itu sepi dari aktivitas siswa. ‘’Kami menggunakan sistem daring melalui web sekolah untuk MPLS tahun ini,’’ kata Kepala SMPN 3 Magetan Sugeng. (bel/c1/sat)

Disdikpora Beri Sekolah 2 Pilihan

DISDIKPORA Magetan memberi dua pilihan pelaksanaan MPLS tahun ajaran baru ini. Yakni, dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Untuk luring, batas maksimal siswa di dalam kelas 18 anak. ‘’Harus menjaga jarak antarsiswa 1,5 meter,’’ kata Kadisdikpora Magetan Suwata Senin (13/7).

Suwata tak tahu sekolah yang menerapkan MPLS daring dan luring. Itu kebijakan masing-masing sekolah. Suwata hanya menekankan sekolah yang menerapkan luring harus menjalankan protokol kesehatan. ‘’Seperti pakai masker, mencuci tangan, dan mengecek suhu tubuh,’’ ujarnya.

MPLS dua cara itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). ‘’Sudah kami sampaikan kepada semua lembaga di bawah disdikpora,’’ sebutnya.

Sementara KBM masih secara daring. Sebab, Magetan masih zona oranye. Tatap muka hanya boleh dilaksanakan di zona hijau. Itu pun tetap menerapkan protokol kesehatan. ‘’KBM 2020/2021 masih tetap daring sampai batas waktu yang belum ditetapkan. Melihat perkembangan kondisi di Magetan,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close