AdvertorialNgawi

Tetap Guyub Rukun Demi Ngawi Lebih Maju

NGAWI – Perayaan tahun baru China atau biasa dikenal dengan sebutan hari raya Imlek bukan hanya menjadi tradisi yang dimiliki masyarakat etnis Tionghoa. Melainkan bagian dari khasanah budaya Nusantara yang patut dilestarikan. ‘’Kami melihat, justru Imlek ini bisa menjadi warna bagi budaya kita,’’ kata Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko Jumat (24/1).

Peringatan hari raya Imlek dicetuskan oleh Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang biasa disapa Gus Dur. Pemimpin yang dikenal memiliki gagasan nasionalisme sangat kuat. Antok, sapaan Dwi Rianto Jatmiko, menyebut sosok Gus Dur merupakan figur negarawan yang selalu menganggap bahwa keberagaman justru menjadi alat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. ‘’Makanya momentum ini (Imlek, Red) harusnya dijadikan semangat untuk saling menghargai dan menghormati,’’ ujarnya.

Tidak hanya DPRD, Antok juga berharap pemerintah daerah dan seluruh masyarakat ikut menghargai perayaan Imlek. Dengan bersama-sama menjaga momentum perayaan tersebut supaya tetap bisa digelar dalam situasi yang aman, tenteram, dan damai. Sehingga bisa memberikan rasa nyaman, khususnya untuk masyarakat etnis Tionghoa yang sedang merayakannya. ‘’Meski berbeda-beda keyakinan, tapi tetap guyub rukun demi Ngawi yang lebih maju,’’ tuturnya.

Melalui peringatan Imlek, Antok juga mengajak semua masyarakat bersama-sama merawat kebinekaan yang ada. Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan berbagai macam suku, ras, agama, maupun budaya. Begitu juga di Ngawi yang masyarakatnya cukup beragam dari sisi agama maupun ras. ‘’Semoga peringatan Imlek ini bisa menambah kerukunan sesama warga, sehingga ke depan masyarakat Ngawi bisa lebih sejahtera dan maju,’’ harapnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close