Madiun

Tertunda Tiga Kali, Biro Umrah Dilaporkan Polisi

Satu Saksi Telah Ditetapkan Tersangka

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Maksud hati menghadiahi pelanggan di tokonya umrah ke Tanah Suci, Teddy Kurniawan Hartanto justru merasa dikibuli. Pengusaha asal Jalan Panglima Sudirman, Kejuron, Taman, itu telah menyetorkan pembayaran total Rp 51 juta untuk keberangkatan dua pemenang undian di tokonya. Biaya itu dibayarkan dalam dua tahap. Tahap pertama sebagai down payment (DP) sebesar Rp 10 juta berdasarkan kuitansi resmi yang dikeluarkan 13 November 2017. Kemudian dilunasi pada pembayaran tahap kedua sebesar Rp 41 juta. ‘’Dijanjikan berangkat Desember 2018,’’ kata Teddy seraya menunjukkan bukti pembayaran.

Namun, hingga berganti tahun, janji keberangkatan ke Tanah Suci tak kunjung ditepati. Penyelenggara perjalanan umrah dan haji plus itu beralasan keberangkatan ditunda Februari 2019. ‘’Katanya saat itu masih menunggu suntik vaksin dari Surabaya,’’ ujarnya.

Sampai waktu yang dijanjikan, Teddy kembali dibuat menanti. Lantaran keberangkatan kembali ditunda hingga April 2019. Lantaran kecewa, Teddy mencarikan biro perjalanan umrah lainnya untuk memberangkatkan kedua pemenang undian tersebut. Dia rela merogoh kocek kembali asal biro perjalanan pengganti yang dipilihnya dapat memberangkatkan kedua orang yang menang undian di tokonya. ‘’Akhirnya diberangkatkan biro umroh lain,’’ tuturnya.

Teddy lantas melapor perkara ini ke Polres Madiun Kota. Laporan diterima berdasarkan surat tanda penerimaan tertanggal 22 November 2019. Bersamaan itu pula dia menyerahkan barang bukti berupa kuitansi pembayaran. ‘’Saya tunggu iktikad untuk mengembalikan, tapi tidak ada,’’ katanya.

Teddy menguraikan, sebenarnya dari pihak kepolisian sempat memediasi kedua belah pihak. Namun, nihil hasil. Apalagi, menurut Teddy, ada satu korban lain yang mengalami nasib serupa. ‘’Ada satu korban lain, tapi tidak berani lapor karena takut uangnya tidak kembali,’’ ungkapnya.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono membenarkan kasus tersebut. Dia menjelaskan bahwa proses hukum kasus ini terus berjalan. Penyidik telah memeriksa lima saksi. ‘’Prosesnya masih berjalan,’’ kata Suharyono saat dihubungi Rabu (26/2).

Dari lima saksi, satu di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka pada 21 Januari lalu. Pun dilakukan pemeriksaan kembali pada 11 Februari. Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemberkasan dan mengirimkan berkas perkara tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close