Ngawi

Tertibkan Pedagang Pasar Legi, Satpol PP Bubarkan Paksa Aktivitas Berjualan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab sejak awal April lalu memutuskan menutup sementara semua pasar hewan di Ngawi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun, beberapa pedagang masih nekat menggelar lapak meski di luar area pasar.

Ulah nekat sejumlah pedagang tersebut akhirnya dihentikan petugas satpol PP bersama sejumlah anggota TNI. Itu seperti terlihat di Pasar Legi, Desa Kandangan, Ngawi, Rabu (15/4). Aparat membubarkan paksa aktivitas mereka.

Kepala Satpol PP Ngawi Eko Heru Tjahjono mengungkapkan, penutupan pasar hewan bertujuan mengurangi potensi penyebaran virus korona wilayah Ngawi. Apalagi, selama ini pedagang yang berjualan di pasar hewan didominasi warga luar daerah. ‘’Kami minta semuanya dikemasi dan bubar,’’ kata Eko usai penertiban di Pasar Legi kemarin.

Heru juga mengaku kesal lantaran sejumlah pedagang dan pengunjung pasar tidak mengenakan masker. ‘’Setiap hari kami akan patroli. Kalau nekat (berjualan) pasti kami bubarkan,’’ ujarnya sembari menyebut penertiban bakal menyasar semua pasar yang ditutup selama pandemi Covid-19.

Camat Ngawi Anang Heri Prabowo mengaku bahwa sebelumnya sudah mengingatkan pedagang agar untuk sementara tidak berjualan sesuai instruksi bupati. ‘’Kami berharap semua pedagang memahami. Ini (penutupan, Red) hanya sementara untuk menjaga keselamatan semuanya,’’ ungkap Anang.

Terkait pembubaran paksa oleh petugas kemarin, Anang mengaku mendukung. Apalagi, informasinya, para pedagang itu menggelar lapak tanpa ada pungutan retribusi dari pihak terkait. ‘’Sebenarnya masih boleh berjualan (di sejumlah pasar lain). Tapi, untuk pasar hewan, sesuai keputusan bupati memang dilarang,’’ tegasnya.

Suko Isworo, salah seorang pedagang, mengaku mengetahui edaran bupati tentang penutupan Pasar Legi. Namun, dia merasa tidak melanggar aturan karena menggelar dagangannya tidak di dalam pasar. Melainkan di area depan pasar. ‘’Saya juga tahu kalau yang dari luar Ngawi tidak boleh berjualan, tapi saya kan asli Ngawi,’’ katanya.

Soal wabah korona, Suko mengaku sejatinya juga menyimpan kekhawatiran. Namun, dia tidak punya pilihan lain kecuali tetap berjualan lantaran itu satu-satunya sumber penghasilannya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close