Madiun

Tersangka WDR Mangkir

Pelimpahan Tahap Kedua Perkara ke Kejari Tertunda

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pelimpahan tahap kedua perkara Watu Dakon Resort (WDR) dari penyidik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun meleset dari jadwal. Penyerahan barang bukti (BB) dan tersangka ke jaksa itu batal dilakukan Selasa (21/7).

Penyebabnya, Agus Suyanto, tersangka dugaan penambangan liar di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan, itu mangkir dari panggilan polisi. ‘’Tersangka tidak hadir pada panggilan pertama,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun AKP Aldo Febrianto Kamis (23/7).

Aldo menyebut, Agus beralasan ada keperluan keluarga di luar daerah. Sehingga tidak bisa memenuhi panggilan. Selanjutnya, pihaknya akan menerbitkan surat panggilan kedua untuk tersangka. ‘’Dijadwalkan minggu depan sekaligus penyerahan tahap dua,’’ ujarnya.

Surat panggilan kedua adalah yang terakhir. Penyidik bakal menjemput paksa bila Agus kembali mangkir. ‘’Kami akan terbitkan surat perintah membawa tersangka untuk dihadapkan ke kejaksaan,’’ tegas mantan kasatreskrim Polres Pacitan tersebut.

Kasipidum Kejari Kabupaten Madiun Tri Satrio mengatakan, pihaknya akan terus menunggu pelimpahan tahap kedua. Berkas perkara dari pelimpahan tahap pertama telah dinyatakan P-21. ‘’Sudah P-21 setelah sempat kami kembalikan untuk melengkapi keterangan saksi ahli,’’ ujarnya.

Diketahui, kasus WDR mulai diusut polisi Maret 2019. Lahan di Banjarsari Wetan dikeruk hingga menjadi kubangan raksasa. Aktivitas berkedok pembangunan kolam pemancingan ikan itu belum mengantongi izin dari pemkab.

Penyidik menetapkan Agus sebagai tersangka Oktober 2019. Namun tidak dilakukan penahanan. Dia diduga melanggar Undang-Undang (UU) 4/2017 tentang Pertambangan Mineral dan Batu-Bara (Minerba) dan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close