Pacitan

Pedagang Pasar Tulakan Terpaksa Bongkar Kios di Lahan Sengketa

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pedagang Pasar Tulakan lesu darah. Mereka terpaksa membongkar lapak yang sudah ditempati puluhan tahun. Itu setelah muncul kabar kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait sengketa lahan pasar tersebut kembali kalah kali kelima. ‘’Informasinya sengketa lahan kalah lagi,’’ kata Bagio, petugas penarik retribusi Pasar Tulakan, Selasa (30/7).

Menurut dia, pembongkaran dilakukan usai jualan pada hari pasaran, Senin Kliwon Senin (29/7). Sebagain besar pedagang itu menempati sisi barat atau belakang Pasar Tulakan. Meski begitu, belum seluruhnya rampung. Beberapa di antaranya masih menyelesaikan pembongkaran kemarin (30/7). ‘’Pagi tadi (kemarin, Red) masih ada (pedagang yang mebongkar lapak),’’ ujarnya.

Bagio belum bisa memastikan jumlah pedagang yang pindah. Pasalnya, pedagang di lahan sengketa tersebut berubah-ubah. Sebelumnya, sekitar 40 orang. Mulai pemilik kios hingga sekadar tlasaran. ‘’Paling banyak saat hari pasaran,’’ bebernya.

Nurul Khodariah, salah seorang pedagang Pasar Tulakan, juga menyebut para pedagang pindah sejak Senin (29/7). Namun, alasan kepindahan tidak diungkapkan. Menerima putusan atau diminta mengosongkan lahan sengketa tersebut. ‘’Pindah sendiri-sendiri,’’ imbuhnya.

Menurut dia, pedagang ’’korban’’ sengketa lahan tersebut hanya menempati lahan yang tersisa. Pedagang hanya butuh tempat berjualan. Namun, Pemkab Pacitan belum menyiapkan lahannya. Dia pesimistis pemkab bakal membebaskan kembali lahan sengketa untuk tempat berdagang. ‘’Sajake kok mboten. Pedagang tidak mempermasalahkan lokasi lama atau baru. Penting ada tempat buat jualan,’’ tuturnya.

Diketahui, sengketa lahan Pasar Tulakan berlarut-larut. Pemkab Pacitan berstatus sebagai penggugat intervensi. Sedangkan penggugatnya pedagang Pasar Tulakan. Empat kekalahan sudah dikoleksi. Mulai tingkat pengadilan negeri (PN), pengadilan tinggi (PT), pengadilan tata usaha negara (PTUN), dan pengadilan tinggi tata usaha negata (PTTUN). Semua dimenangkan Joko Prabanto cs. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close