Madiun

Teror Hoaks Jangan Dibiarkan

Ketua Dewan Minta GTPP Turun Tangan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Ferry Sudarsono angkat bicara ihwal berita hoaks yang meneror Desa Pagotan, Geger. Tersebar luasnya kabar bohong via WhatsApp mengenai kasus Covid-19 desa itu perlu ditindaklanjuti pemkab. Mempertimbangkan dampaknya terhadap sosial-ekonomi warga setempat. ‘’Jangan dibiarkan kalau masyarakat sudah dirugikan,’’ katanya Senin (3/8).

Menurut Ferry, tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 harus turun tangan. Menangkal kabar dusta yang tersiar dua kali dalam dua momen berbeda. Terlepas perkaranya terjadi di tingkat desa. Juga pemerintah desa (pemdes) setempat yang tidak ingin membawa ke ranah hukum dengan alasan fokus menangani Covid-19. ‘’Butuh tindakan lebih lanjut untuk menelusuri berita bohong itu,’’ ujarnya.

Ferry menyebut, kabar bohong itu menyudutkan Desa Pagotan. Lantas, dampak negatifnya dirasakan warga. Disinggung motif di balik penyebaran hoaks, politikus PDI Perjuangan itu enggan berspekulasi. ‘’Terpenting masyarakat juga perlu disosialisasi dalam bermedsos (media sosial, Red) agar tidak memunculkan hoaks,’’ tuturnya.

Diketahui, Desa Pagotan sudah dua kali diteror hoaks akhir bulan lalu. Kedua kabar dusta itu muncul tidak lama setelah dua warga positif Covid-19 meninggal dunia. Kades Pagotan Bekti Ari Nugroho sempat menyebut penghasilan sejumlah warganya hilang kena dampak hoaks. Sementara, Satreskrim Polres Madiun berniat mengusut hoaks tersebut. Meski tidak ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close