Madiun

Terobosan Pelaku Bisnis Perhotelan di Masa Pandemi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 membuat semua lini bisnis melemah. Tidak terkecuali bisnis hotel. Itu ditandai penurunan okupansi yang drastis. Bagaimana tidak, kebijakan lockdown dan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat mobilitas warga terbatas. ‘’Tahun lalu okupansi kami benar-benar drop. Tingkat hunian hanya 10-15 persen,’’ kata pejabat sementara (Pjs) GM Sun Hotel Madiun Dimas Ardianto, Kamis (17/6).

Sepanjang tahun lalu pihaknya telah menggelar berbagai terobosan untuk mengerek tingkat hunian hotel. Namun, tidak membuahkan hasil. ‘’Memasuki 2021 okupansi mulai membaik. Ada kenaikan 20-40 persen,’’ ujarnya.

Berbagai strategi yang dilakukan antara lain memangkas tarif kamar. Pihaknya juga menggandeng travel agent untuk memperluas jangkauan calon tamu hotel. ‘’Kami juga terus berupaya membangun trust (kepercayaan) masyarakat,’’ tuturnya. ‘’Prinsip kami saat ini menerapkan protokol kesehatan, baru kemudian profit,’’ imbuh Dimas.

Tidak hanya berkutat pada okupansi, manajemen hotel dituntut berpikir cerdas agar bisa memasarkan fasilitas lainnya seperti meeting room, ballroom, dan resto. Terutama untuk keperluan acara pesta pernikahan. ‘’Cukup membantu pendapatan kami,’’ ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kartini, general manager Hotel Merdeka Madiun. Okupansi hotelnya mengalami lonjakan 27 persen. Naik signifikan dibanding tingkat hunian tahun lalu. ‘’Sedikit demi sedikit ada peningkatan,’’ ungkap Kartini.

Dia mengatakan, berbagai inovasi dilakukan untuk terus menaikkan okupansi hotel. Salah satunya pembayaran nontunai. Selain itu, membangun trust dengan memberikan layanan protokol kesehatan yang detail. ‘’Semoga pandemi segera berakhir,’’ harapnya. (ti5/aan/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button