Ponorogo

Terlena Kelonggaran PPKM, Kasus Covid-19 di Ponorogo Melonjak

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Terlena selama berjilid-jilid pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko kelabakan hendak mengencangi aktivitas masyarakatnya setelah mendapati angka kematian akibat Covid-19 sedemikian tinggi. ‘’Monitoring dan evaluasi akan kami matangkan. Kami sadar pemberlakuan pembatasan sebelumnya kurang efektif menekan angka laju persebaran virus,’’ kata Sugiri, Minggu (2/5).

Fatality rate (angka kematian) pasien Covid-19 di Ponorogo tembus 8,37 persen yang mengungguli angka 7,25 persen seantero Jawa Timur. Sepanjang April saja, tercatat 100 jiwa melayang lantaran terpapar coronavirus. Mirisnya, angka tersebut 34 persen atau sepertiga lebih pasien Covid-19 yang meninggal dunia selama setahun lebih masa pandemi yang berjumlah 300.

Pihaknya sudah merumuskam kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat lewat rapat Jumat malam (30/4). Pengetatan bakal berlangsung di semua sektor agar tren angka kasus aktif dan tingkat kematian mampu ditekan. ‘’Insya Allah besok (3/5) akan kami terbitkan surat edaran tentang pembatasan kegiatan masyarakat,’’ ungkap Sugiri.

Dia menyebut bahwa masyarakat keliru memahami kebijakan pelonggaran pembatasan yang berlaku selama ini. Sugiri juga menyayangkan tudingan bahwa pemerintah sengaja memanipulasi data hingga muncul polemik seputar perbedaan data kematian antara versi dinas kesehatan (dinkes) dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat. ’’Data nyata tetap ada pada dinas kesehatan. Data BPBD itu merujuk angka pemakaman jenazah yang terindikasi terpapar Covid-19, baik positif terkonfirmasi maupun tidak. Sedangkan dinkes mendata pasien yang benar-benar positif terkonfirmasi,’’ jelasnya. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button