Madiun

Terlambat Satu Detik, Coret!

SKD 3.781 CPNS Kota Madiun Dimulai Hari Ini

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Mulai hari ini hingga lima hari ke depan seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Kota Madiun digelar. Bagi peserta, datanglah tepat waktu jika tidak ingin namanya dicoret. Sebab, panitia seleksi daerah (panselda) tidak memberikan toleransi waktu keterlambatan.

Terlambat satu detik, peserta didiskualifikasi. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun mewajibkan datang satu jam lebih awal. Peserta wajib melakukan registrasi dan verifikasi kepesertaan sebelum tes. Dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu identitas lainnya. Untuk mencegah potensi adanya joki atau peserta yang mengerjakan soal dengan bantuan orang lain. ‘’Kami tidak akan menoleransi keterlambatan,’’ kata Kepala BKD Kota Madiun Haris Rahmanudin.

Haris meminta seluruh peserta mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Peserta diminta mengecek kembali jadwal tes agar tidak keliru sehingga benar-benar siap melaksanakan seleksi. ‘’Jangan membawa barang yang tidak ada kaitannya dengan seleksi,’’ ujarnya.

Alur peserta mengikuti SKD CPNS dimulai dengan masuk melalui pintu barat Diskominfo Kota Madiun. Kendaraan parkir di Sumber Umis dan Jalan Ngupasan. Selanjutnya peserta menitipkan barang di ruang yang telah disediakan. Setelah itu menunggu di ruang pemanggilan peserta. ‘’Baru masuk ke ruang metal detector,’’ terang Haris.

Setelah lolos dari pemeriksaan, peserta masuk ke ruang scan barcode dan pin. Selanjutnya mengisi absen manual yang telah disediakan. Peserta juga wajib mengikuti pengarahan di ruang yang telah disiapkan sebelum masuk ke ruang tes. ‘’Ada ruang tunggu keluarga, fasilitas toilet portabel, juga pos kesehatan yang kami sediakan,’’ tuturnya.

Total 3.781 peserta yang akan mengikuti SKD CPNS di Kota Madiun. Seleksi berlangsung selama lima hari, mulai hari Senin (27/1) hingga Kamis mendatang (30/1). Lokasinya di Gedung Government Chief Information Officer (GCIO), Kominfo, Kota Madiun. ‘’Untuk besok (hari ini, Red) itu sesi pertama kami hilangkan,’’ sebutnya.

Lima sesi di setiap harinya itu masing-masing diikuti 200 peserta. Sementara komputer yang disediakan 220 unit. Terdiri 200 unit komputer utama dan 20 unit komputer cadangan. Seleksi berbasis computer assisted test (CAT). Khusus hari ini, sesi pertama ditiadakan untuk antisipasi jika ada gangguan teknis. ‘’Berdasarkan evaluasi 2018 lalu, sesi pertama kami hilangkan di hari pertama,’’ ujarnya.

Haris mengimbau seluruh peserta mempersiapkan seluruhnya agar mendapatkan hasil terbaik. Pun dia tegas meminta peserta tidak percaya jika ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. ‘’Seleksi berbasis computer assisted test,’’ tegasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close