Madiun

Terketuk Hati Resti Ringankan Beban Tino, Bocah Penjual Tisu

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Direktur RSUD Kota Madiun dr Resti Lestantini mendatangi rumah Tino Andrianto di Jalan Sikatan, Gang Konin 38, Nambangan Lor, Manguharjo, Kota Madiun, pukul 15.00 Kamis (28/11). Saat disambangi, bocah penjual tisu itu bersiap berangkat ke alun-alun Kota Madiun. Siswa kelas III SDN 1 Pangongangan itu spontan mencium tangan Resti. ‘’Sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata,’’ ucap Resti.

Resti pun berbincang dan menghibur bocah yang ditinggal kedua orang tuanya bercerai sejak umur tujuh bulan tersebut. Didampingi kakek-neneknya yang sudah renta. ‘’Siapa yang hatinya tidak terketuk. Anak seumuran ini sudah berjualan tisu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,’’ imbuhnya.

Resti semakin trenyuh setelah mengetahui kondisi rumah Tino. Ruang depan digunakan untuk istirahat ketiga penghuninya. Sekaligus menjadi ruang makan dan tempat belajar Tino saban hari. ‘’Tadi saya tanya, sehari bisa dapat berapa dari hasil jualan tisu. Tidak lebih dari Rp 25 ribu, terkadang hanya Rp 5.000,’’ ujarnya.

Seharusnya, anak-anak fokus belajar tanpa harus memikirkan beban hidup. Karena itu, Resti menganjurkan Tino berhenti berjualan. Agar mimpinya kelak menjadi seorang guru tergapai. Resti siap menyisihkan sebagian uang pribadinya untuk mencukupi uang saku dan kebutuhan lainnya. Rencananya, uang saku itu bakal diberikan kepada guru kelasnya. Sehingga Tino tidak perlu lagi bekerja keras mencari nafkah. Resti berharap dengan sedikit bantuan itu dapat membantu meringankan beban keluarga Tino. Sekaligus memotivasi Tino agar lebih bersemangat belajar. ‘’Anaknya pendiam, tidak neko-neko. Semoga cita-citanya kelak terwujud,’’ harapnya.

Mujiati tidak sanggup berbicara banyak. Air mata nenek Tino ini tumpah saat mengucapkan terima kasih. ‘’Gusti Allah yang membalas kebaikan ibu,’’ ucap Mujiati. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button