Magetan

Terkait Terduga Teroris di Bogor dan Ponorogo, SA Punya Peran Penting di JI

MAGETAN – Peran SA, terduga teroris asal Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, terus didalami polisi. Termasuk keterlibatannya dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI) serta ditangkapnya beberapa terduga teroris lainnya di Bogor dan Ponorogo beberapa waktu lalu. ‘’Ada kemungkinan saling berkaitan. Tapi, semua itu masih sedang didalami,’’ kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Kamis (4/7).

Yang jelas, SA diduga kuat punya peranan penting dalam kelompok JI. Hanya, pihaknya belum bisa memberikan penjelasan itu sekarang karena semuanya sedang berproses. ‘’Ada keterkaitannya dengan itu (sebagai donatur, Red). Tapi, lebih pastinya akan kami sampaikan kemudian,’’ ujar perwira tinggi asal Madiun itu.

Seperti diketahui, kelompok JI saat ini memang tengah berfokus untuk membangun kekuatan ekonomi. Setelah itu terbangun, mereka bakal mewujudkan tujuan akhirnya dengan membentuk negara khilafah.

Ditangkapnya SA oleh tim Densus 88 pada Rabu lalu (3/7) masih membuat beberapa pihak kaget. Sukarno salah satunya. Sekretaris Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Magetan itu mengaku syok. Karena selama ini SA dikenal sebagai pribadi yang dermawan. ‘’Yang jelas, kami kaget dengan adanya kabar itu (penangkapan SA, Red),’’ kata Sukarno.

SA juga diketahui aktif dalam berorganisasi. Termasuk keikutsertaannya membangun APKI Magetan. ‘’Orangnya baik. Dia juga aktif setiap ada pertemuan APKI. Bahkan beberapa waktu pernah menjadi imam masjid di sekitar tempat tinggalnya,’’ ungkapnya.

Sukarno tak menampik saat ini status SA merupakan bos penyamakan kulit. Lesatan usahanya memang sangat drastis setelah sempat sebelumnya menjadi buruh di pabrik penyamakan kulit milik orang lain. ‘’Sudah sejak sekitar 1990-an SA terjun di usaha penyamakan kulit,’’ katanya. (mgc/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button