Magetan

Terkait Sampah Visual, Pemasang Akali Perizinan dari DPMPTSP

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Praktik nakal pemasangan banner di wilayah Magetan diungkap satpol PP dan damkar setempat. Salah satunya dengan modus mengakali perizinan yang dikeluarkan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).

‘’Misalnya, hanya mengajukan pemasangan di 20 titik, tapi mencetaknya sebanyak 100 buah. Nah, 80 banner yang tak masuk dalam data DPMPTSP itu yang kami turunkan karena tak mendatangkan income bagi daerah,’’ beber Kasatpol PP dan Damkar Magetan Chanif Tri Wahyudi Jumat (1/11).

Banner yang tak masuk dalam pengajuan izin itu, kata Chanif, dipasang di sembarang tempat.  Biasanya, pemilik hanya mengajukan pemasangan di wilayah perkotaan. Namun, praktiknya disebar hampir ke seluruh kecamatan. ’’Sudah kami amankan di gudang (banner menyalahi perizinan, Red). Pemilik tidak ada yang berani mengambil karena mereka memang salah,’’ tuturnya.

Dalam menertibkan sampah visual itu, lanjut Chanif, pihaknya mengajak petugas DPMPTSP Magetan. Sebab, mereka yang lebih paham cara mendeteksi banner yang berizin dan tidak. Sedangkan petugas satpol PP dan damkar bertugas mengeksekusinya. ‘’Kami ada tim terpadu dalam masalah perizinan ini,’’ ungkapnya.

Chanif menyebut, saat ini pihaknya sudah mengandangkan lebih dari 200 sampah visual yang terjaring dari enam kecamatan. Mulai Magetan, Kawedanan, Maospati, Barat, Karangrejo, hingga Takeran. Hari ini, petugasnya giliran menyasar wilayah selatan seperti Parang, Lembeyan, dan Plaosan.

Dua menargetkan, semua sampah visual di 18 kecamatan bakal dibersihkan. Hanya iklan yang sesuai perizinan yang dibiarkan terpasang. “Kami terus bergerak sampai benar-benar bersih,’’ tegasnya

Chanif menambahkan, penertiban bukan satu-satunya jalan untuk membersihkan sampah visual. Upaya pencegahan melalui sosialisasi tidak kalah penting. ‘’Semua pihak harus proaktif,’’ pungkasnya. (bel/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button