Madiun

Terkait Program Laptop Pinjam Pakai untuk Siswa, Maidi Ancam Pejabat Penakut

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program laptop untuk siswa SD dan SMP negeri di Kota Madiun rentan masalah hukum. Apalagi anggaran yang digelontorkan pemkot lumayan besar. Mencapai Rp 51 miliar. Program ini bakal menjadi tantangan para kepala sekolah (kepsek).

Untuk itu, Wali Kota Madiun Maidi mengingatkan kembali agar semua kepsek dan dinas pendidikan (dindik) menyiapkan diri untuk menjalankan program tersebut tahun depan. Itu disampaikan saat melantik tujuh kepala SD dan SMP negeri di ruang 13 balai kota Selasa (24/9). ‘’Kalau saya dengar di dindik ada pejabat mau mundur, saya suruh mundur sekalian,’’ katanya.

Maidi menekankan agar pejabat bersangkutan tidak mengetes ketegasannya. Dia mempersilakan pejabat itu mundur kalau takut menjalankan program yang dirancangnya. ‘’Kalau rasan-rasan mau mundur, ya lebih baik mundur. Kalau tidak, nanti saya mundurkan. Setelah itu pasti kena masalah,’’ ancamnya.

Maidi kembali mengingatkan agar tidak perlu khawatir dengan proses pengadaan laptop pinjam pakai tersebut. Sebab, pelaksanaannya akan didampingi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. ‘’Sejak awal sudah kami konsultasikan dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, Red) juga,’’ ujarnya.

Masih adanya masalah yang dihadapi pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) terkait pengadaan komputer 2016–2017, Maidi minta Sekda Rusdiyanto menyelesaikannya. Harapannya, masalah lama itu tidak jadi trauma pejabat lain. ‘’Sehingga, seluruh kepala sekolah bisa konsentrasi agar tujuan pendidikan betul-betul tuntas,’’ pintanya.

Dia menjanjikan pengadaan laptop bakal transparan. Dipastikan tidak ada hal-hal yang ditutup-tutupi. Dia juga mendorong kepala SD dan SMP negeri di Kota Madiun menyiapkan diri untuk pembelajaran informasi teknologi (IT). ‘’Kalau tahun depan siswa sudah pegang laptop, jangan sampai kepala sekolah tidak tahu,’’ tuturnya.

Kepala Dindik Kota Madiun Heri Wasana mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Badung, Bali, terkait rencana program laptop tersebut. Bahkan, sebelumnya telah diundang untuk mempresentasikan program itu di sana. ‘’Yang jelas, perencanaannya harus matang, begitu juga dengan pelaksanaannya,’’ katanya.

Dia berharap program laptop untuk siswa bisa meningkatkan kualitas pembelajaran. Untuk mewujudkannya, seluruh kepala SD dan SMP negeri di Kota Madiun telah diberi pembekalan. ‘’Teknisnya nanti akan kami tindak lanjuti dengan melakukan studi banding ke Pemkab Badung,’’ ujar Heri. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close