Ngawi

Terkait PJJ di Masa Pandemi Korona, Dewan Desak Pemkab Inovatif

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Banyaknya permasalahan terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi Covid-19 mengundang keprihatinan kalangan dewan. Pun, legislatif mendesak pemkab menciptakan inovasi dalam dunia pendidikan guna mengatasi problem tersebut.

Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto ’’Antok’’ Jatmiko mengatakan, dalam rapat badan musyawarah (banmus) Rabu lalu (5/8) pihaknya sempat membahas permasalahan itu. Pun, disepakati agar pemkab segera mengambil langkah untuk menangani dampak pandemi Covid-19 di bidang pendidikan.

Desakan itu semakin menguat setelah diketahui Perbup Nomor 15 Tahun 2020 tentang Tatanan Normal Baru belum mengatur soal pendidikan. ‘’Para pemangku kebijakan termasuk kepala sekolah dan guru perlu didorong untuk menciptakan inovasi dalam pembelajaran di masa pandemi,’’ ujarnya Kamis (6/8).

Diakuinya, saat ini sekolah belum diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka. Sebagai solusinya, lanjut Antok, bisa dibentuk kelompok-kelompok kecil terdiri beberapa siswa. Kelak guru mendatangi masing-masing kelompok untuk memberikan materi pelajaran. ‘’Tidak perlu setiap hari. Dalam satu minggu cukup dua kali pertemuan yang diatur secara bergiliran. Waktunya juga tidak perlu lama, setiap pertemuan mungkin cukup dua jam,’’ paparnya.

Antok meyakini, dengan formula tersebut siswa tetap bisa mendapatkan haknya untuk menerima pembelajaran. Di sisi lain, guru dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai pendidik. ‘’Memang kemungkinan tidak dapat diterapkan di semua wilayah dan tingkatan. Saya kira yang paling membutuhkan itu sekolah di pinggiran,’’ sebutnya.

Menurut dia, sekolah pinggiran sangat memungkinkan dimodel kelompok karena siswanya mayoritas berasal dari dusun yang sama. Sedangkan untuk jenjang SMP, kata Antok, pembelajaran secara daring sudah bisa berjalan efektif. ‘’Karena siswa SMP rata-rata sudah menguasai IT dan fasilitasnya sudah mencukupi, berbeda dengan siswa SD, terutama wilayah pinggiran,’’ ujarnya.

Antok menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan (dindik) untuk menindaklanjuti rencana tersebut. Selain soal pembelajaran kelompok untuk SD pinggiran, pihaknya juga akan meminta dindik melakukan standardisasi pembelajaran. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button