features

Terjebak Cosmetology

Nama lengkap : Meyda Asa Dindar
Nama panggilan : Mey
Tempat, tanggal lahir : Madiun, 11 Mei 1995
Hobi : Make up, traveling, foodhunting, photograpy, editing foto dan video.

Meyda Asa Dindar, yang kerap disapa Mey sukses menjadi Make Up Artist (MUA) profesional di Jakarta. Kesuksesan Mey bermula dari keisengannya masuk jurusan tata rias, perempuan 26 tahun ini menemukan passion dan hobinya yang ‘’dibayar’’. Meski telah menjadi langganan artis dan selebgram terkenal, dia terus belajar untuk improved skill dan kreativitas.

Halo, apa kabar? Saat ini sedang sibuk apa?
Kabarku sangat baik. Aku harap semua team Jawa Pos Radar Madiun juga dalam keadaan baik. Saat ini aku sedang sibuk membagi waktu antara mengurus bayi dan mengatur jadwal make up klien.

Mulai kapan menekuni pekerjaan sebagai MUA?
Mulai 2014, saat aku mulai mengambil Jurusan D3 Tata Rias Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Apakah menjadi MUA adalah cita-cita Anda?
Tidak terlintas sedikitpun di pikiranku untuk menjadi seorang Make Up Artist (MUA). Semua berawal dari ketidaksengajaan ketika aku menyelesaikan pendidikan SMA. Aku sadar bahwa berkuliah di perguruan tinggi terbaik dan bonafit dengan jurusan yang populer saat itu bukan pilihanku. Kemampuan akademikku yang nggak begitu smart serta kemampuan ekonomi orang tua yang juga tidak memungkinkan aku bisa masuk universitas terbaik. Di balik kebimbangan akan masa depan itu ternyata Tuhan punya rencana besar buatku. Ya, aku “terjebak” memilih Jurusan Tata Rias hehe.

Bagaimana cerita mengawali pekerjaan sebagai MUA?
God’s Plan. Seiring berjalannya waktu aku menempuh jurusan Cosmetology, ternyata aku sangat menyukai bidang ini dan saat itu aku mulai menyadari bahwa diriku memiliki potensi yang bisa aku explore. Lebih semangat buat terus belajar untuk improved skill dan kreativitas. Juga belajar dari MUA senior, mengikuti training dan Seminar make up. Aku memberanikan diri memulai as a professional MUA pada 2016. Puji syukur aku sudah melawati ups and down-nya hingga aku bisa mencapai titik ini. Bener-bener hal yang tidak pernah pernah aku bayangin. So untuk teman-teman pembaca Jawa Pos Radar Madiun gali terus potensi diri yang bisa dikembangkan. Harus fokus, asah dan tekuni apa yang kalian sukai.

Masa pandemi seperti saat ini, apakah ada kendala atau pengaruh dalam job?
Tentu. Sangat berpengaruh terutama bidang jasa seperti MUA yang menuntut bertatap muka dan bersentuhan dengan orang. Apalagi di Jakarta jumlah penyebaran virus sangat besar. Sebagian besar klien memilih menunda, bahkan membatalkan acara. Aku terpaksa cuti sementara dari pekerjaan untuk mencegah resiko penularan virus. Berat sih tapi aku masih lebih bersyukur tetap diberikan kesehatan sampai hari ini. Hikmah yang bisa dipetik adalah aku memiliki waktu lebih bersama keluarga. Alhamdulillah lima bulan ini perlahan-lahan pekerjaanku normal kembali tentu dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Suka dukanya sebagai MUA seperti apa?
Lebih banyak sukanya. Karena MUA adalah hobiku yang dibayar hehe. Its been almost eight years involving in Cosmetology and i am very enjoy doing this. Mungkin tantangan saat ini adalah membagi waktu antara kerjaan dan keluarga. Terutama bayiku yang masih kecil karena kami tidak memiliki baby sitter. Jadi aku dan suami bekerja sama mengurus bayi kami.

Adakah pengalaman menarik ketika melayani klien? Bisa diceritakan?
Ada banyak. Paling unik itu pengalaman saat aku datang dengan semangat ke rumah klien untuk make up jam 4 pagi dan jarak dari rumah ke lokasi lumayan jauh. Pas sampe rumah klien ternyata sepi. Ternyata jadwal make up ku bukan pagi tapi pukul 16.00, malu banget haha. Aku terlalu bersemangat saat itu.

Bagaimana dukungan keluarga terhadap pekerjaan Anda?
Aku beruntung memiliki keluarga yang bisa support pekerjaan aku saat ini, suami dan keluarga selalu mendukung 100 persen selama tidak mengabaikan tugas aku sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu. Alhamdulillah.(fit/aan)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button