Magetan

Terjang Kecamatan Parang dan Poncol, Hujan-Angin Rusak Dua Rumah

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Magetan. Sabtu (21/12) sekitar pukul 16.00 giliran menerjang Kecamatan Parang dan Poncol. Akibatnya sejumlah pohon tumbang. Pun beberapa rumah warga rusak atapnya.

Bahkan, salah satu rumah roboh terdampak angin kencang. Yakni, rumah Harjo Slamet, 62, warga RT 08, RW 04, Desa Ngaglik, Parang, Magetan. ‘’Rumah kami tertimpa pohon tumbang,’’ kata Wartini, 34, anak Harjo Slamet, Minggu (22/12).

Saat kejadian, penghuninya berada di dalam rumah. Tak lama terdengar suara gemuruh dan tiba-tiba bagian rumahnya roboh. Setelah pohon sengon berdiameter sekitar satu meter setinggi 12 meter tumbang dan menimpa atap beserta tembok rumah. ‘’Yang rusak itu dekat ruang tamu,’’ sebutnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Fery Yoga Saputra mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 18.31. Minggu (22/12) dilakukan kerja bakti bersama TNI-Polri dan relawan untuk mengevakuasi pohon tumbang sekaligus membersihkan puing kerusakan rumah. ‘’Sabtu malam kondisi tidak memungkinkan, sudah gelap,’’ ujarnya.

Selain itu, rumah Wagiran di RT 12, RW 02, Desa Cileng, Poncol, Magetan, rusak. Namun, BPBD hanya memantau. Pasalnya, warga setempat langsung melakukan pembersihan mandiri. Kerusakannya pun tidak separah di Parang. ‘’Warga setempat tanggap dan mandiri menangani dampak bencana,’’ tuturnya.

Hujan deras disertai angin kencang kembali menerjang dua kecamatan tersebut pada Minggu (22/12). Namun, tidak ada laporan pohon tumbang atau kerusakan bangunan. ‘’Untuk kerugian akibat kejadian Sabtu sore, kami belum bisa menaksir,’’ katanya.

Fery mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, angin kencang masih berpotensi terjadi. Berdasarkan informasi dari BMKG, saat ini terjadi intertropical convergence zone (ITCZ). Yakni, pertemuan aliran udara dari belahan bumi selatan dan utara. Sehingga, terbentuk awan kumulonimbus cukup besar. Wilayah ITCZ ini akan melimpah curah hujannya. Pun berpotensi hujan deras hingga hujan es. ‘’Masih akan berlangsung hingga Januari 2020 mendatang,’’ bebernya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button