Magetan

Terimpit Utang, Bikin Laporan Palsu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Akal bulus Sugiarto, 31, tak berjalan mulus. Mengaku menjadi korban pembegalan, warga Gonggang, Poncol, itu justru terancam dibui. Pasalnya, laporan yang disampaikan ke polisi ternyata palsu. ‘’Yang bersangkutan akhirnya mengakui kalau berbohong pada petugas,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama, Kamis (29/4).

Aksi tipu-tipu Sugiarto bermula pada Senin (26/4). Hari itu dia mendatangi Polsek Plaosan dan mengaku menjadi korban pembegalan saat hendak menyetor uang tunai senilai Rp 160 juta ke bank. Dia bercerita sempat dipepet sejumlah pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza di Plaosan. ‘’Mengaku sempat dibacok, tapi tidak terluka. Alasannya kena helm,’’ bebernya.

Lambat laun polisi curiga. Keterangan saksi bertolak belakang dengan pernyataan Sugiarto. Setelah dicecar pertanyaan oleh penyidik, Sugiarto akhirnya mengakui bahwa laporannya palsu. Alasannya karena bingung melunasi utang Rp 300 juta. ‘’Pelaku berniat membohongi orang tua dengan mengaku dibegal. Supaya diberi izin menjual mobil dan motor di rumah. Tujuannya ya untuk melunasi utangnya itu,’’ jelas Ryan.

Polisi menjerat Sugiarto dengan pasal 220 KUHP. Ancaman hukuman maksimalnya lima tahun penjara. Kepada awak media, Sugiarto mengaku terpaksa menyampaikan laporan palsu karena kehabisan akal untuk melunasi utangnya. ‘’Kalau langsung meminta izin menjual mobil dan motor di rumah, orang tua mungkin tidak setuju. Saya pilih membacok helm sendiri supaya terlihat dibacok betulan,’’ ujarnya. (fat/c1/naz)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button