Advertorial

Terima Vaksin Covid-19 Tahap 2, Wali Kota Maidi: Lebih Pede Jalani Aktivitas

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Vaksinasi tahap kedua dijalani wali kota Maidi, Kamis (11/2). Kali ini vaksinasi tidak lagi dilakukan di RSUD Kota Madiun seperti sebelumnya, melainkan di kompleks balai kota.

Total ada 20 orang yang mendapat suntikan dosis Sinovac tahap kedua tersebut. Selain Maidi, ada pimpinan DPRD, kapolres, kajari, wakil wali kota, ketua PKK dan beberapa tokoh masyarakat serta agama.

Sebelum divaksin, mereka terlebih dahulu dilakukan skrining. Mulai dari pengukuran tensi, nadi, suhu tubuh, hingga saturasi oksigen, serta memastikan tidak memiliki gejala ispa, seperti batuk, pilek, dan sesak nafas dalam kurun waktu 7 hari terakhir.

Maidi mengaku tidak merasakan efek samping berarti setelah menjalani vaksinasi tahap kedua. Sebaliknya, dia merasa lebih percaya diri dalam menjalankan aktivitas sesudah divaksinasi. ‘’Vaksinasi Covid-19 ini aman,’’ katanya.

Karena itu, dirinya mengajak masyarakat untuk tidak takut menerima vaksinasi. Sebab, sudah terjamin keamanan dan kehalalannya. ‘’Setelah divaksin ini tentu akan membawa kita menjadi sehat dan lebih percaya diri,’’ ungkap mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Kendati demikian, Maidi tetap menyerukan pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dengan harapan masyarakat dapat terhindar dari paparan virus korona. Dia menargetkan vaksinasi untuk sektor pelayan publik seperti Polri/TNI termasuk jurnalis akan dilakukan antara akhir Februari hingga Maret mendatang. ‘’Yang sudah mendapatkan undangan vaksinasi secepatnya datang ke puskesmas,’’ terang Maidi.

Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan mengaku vaksinasi tahap kedua efeknya sama saja seperti penyuntikan pertama dua pekan lalu di RSUD Kota Madiun. ‘’Saya menjadi semakin yakin dan percaya diri. Jadi tidak perlu ragu dengan vaksinasi (Sinovac),’’ tuturnya.

Di sisi lain, vaksinasi kali pertama justru baru diterima oleh Kajari Kota Madiun Bambang Panca Wahyudi. Sebelumnya, saat vaksinasi tahap pertama di RSUD Kota Madiun, dirinya gagal lolos skrining karena tensinya tinggi. ‘’Efek dari vaksinasi ini ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Justru lebih sakit digigit semut merah daripada divaksin,’’ ujar Bambang.

Selain Bambang, vaksinasi pertama juga diterima oleh wakil ketua DPRD Istono. Sebelumnya, dia juga bermasalah dengan tensi ketika vaksinasi tahap pertama lalu. ‘’Divaksin tidak sakit. Jadi, tolong semuanya siap untuk divaksin ketika sudah sampai pada gilirannya,’’ katanya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button