Mejayan

Terduga Ayah Biologis Diperiksa Pekan Ini

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Penyelidikan kematian bayi yang dilahirkan MSS, 18, warga Kelurahan Krajan, Mejayan, Kabupaten Madiun, terus bergulir. Unit Reskrim Polsek Mejayan telah memeriksa lima saksi atas kejadian Minggu dini hari (1/12) itu. Tapi, belum ada nama teman dekat MSS terduga ayah biologis bayi perempuan yang lahir tanpa bantuan medis tersebut.

Kapolsek Mejayan Kompol Pujiyono menyebut bahwa lima saksi itu yang mengetahui kronologis MSS melahirkan. Di antaranya, tetangga, ibu MSS, dan MSS selaku terlapor. Dokter RSUD Caruban mempersilakan pulang Rabu (4/12). Sedangkan pemeriksaan laki-laki terduga ayah biologis bayi masih menunggu waktu. Rencananya pekan ini. ‘’Identitasnya sudah diketahui dan sudah ada pemanggilan,’’ kata Pujiyono Kamis (5/12).

Dia menyebut MSS melahirkan di kamar mandi karena panik. Bayi yang dikandung bukan dari hasil ikatan pernikahan. Persalinan dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain. Pujiyono belum bisa berbicara banyak ihwal keterangan yang digali dari pelajar kelas XI salah satu SMK di Mejayan itu. Seperti alasan bayi dibungkus kantong kresek dan dimasukkan tas. Alasannya, sebagai materi penyelidikan. ‘’Itu dalam pengembangan,’’ ujarnya.

Karena rangkaian pemeriksaan masih berjalan, Pujiyono belum bisa menyimpulkan arah kejadian yang bikin geger tetangga sekitar MSS. Apakah ada unsur menghilangkan nyawa atau lainnya. Penyidik masih perlu melengkapi bukti-bukti. Salah satunya hasil otopsi Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Timur. Hasilnya keluar setidaknya dua pekan sejak pemeriksaan organ dalam itu dilakukan Minggu malam. ‘’Tapi, hasil otopsi bukan untuk konsumsi publik,’’ tuturnya.

Diketahui, MSS melahirkan tanpa bantuan medis pada Sabtu malam (30/11) hingga Minggu dini hari. Tetangganya sempat mendengar guyuran air seperti suara orang sedang mandi dari rumahnya sejak pukul 23.00. Bahkan tercium bau amis darah. MSS kemudian dibawa ke RSUD Caruban dan terkuak baru saja melahirkan. Bayinya berada di kamar. Dibungkus kantong kresek dan dimasukkan tas ransel. Saat ditemukan warga, bayi itu sudah tidak bernyawa. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close