Madiun

Terdeteksi Tensi Darahnya Tinggi, Dua Sopir Bus Harus Menunda Perjalanan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Angka kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan bus lumayan tinggi. Polres Madiun pun menjadikannya atensi khusus. Salah satunya, memastikan para pengemudi bus dalam kondisi sehat dan terbebas dari pengaruh minuman beralkohol maupun narkoba.

Jumat (20/12), misalnya, dua sopir bus diminta menunda perjalanan untuk sementara waktu. Itu setelah dilakukan tes kesehatan dan sampel urine kepada puluhan awak bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bus Caruban. ‘’Pemeriksaan kali ini diambil sampel dari 30 sopir bus,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun AKP Jimmy Heryanto.

Menurut dia, laka lantas yang melibatkan bus berpotensi memunculkan banyak korban. Di wilayah hukum Polres Madiun itu acap terjadi. Tiga tahun terakhir, misalnya, terjadi belasan kali laka lantas yang melibatkan bus. ‘’Mayoritas akibat human error,’’ ungkapnya.

Jimmy menyebut, dua sopir bus yang diminta menunda perjalanannya itu terdeteksi tensi darahnya tinggi. Sehingga, pihaknya memerintahkan beristirahat. Sejumlah sopir bus juga diberi vitamin. ‘’Tes dan pemeriksaan kesehatan ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian. Agar rekan-rekan sopir memiliki konsentrasi yang baik saat mengemudi,’’ terangnya.

Sementara, tes urine terhadap 30 sopir bus itu nihil hasil. Petugas tidak menemukan sopir yang terindikasi mengonsumsi barang terlarang. Jimmy memastikan kondisi semua sopir bus normal. Tidak terdeteksi menggunakan narkoba maupun minuman keras. ‘’Dengan kegiatan seperti ini, bisa diketahui kondisi para sopir bus. Juga untuk menciptakan situasi aman dan lancar dalam berkendara,’’ paparnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button