Magetan

Terdampak Bencana Angin Kencang, Relokasi Tertunda

Pedagang Sisi Selatan Butuh Kepastian Tempat Jualan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Angin kencang menyapu deretan kios di Pasar Sayur Magetan. Atap seng dari belasan los di sisi selatan sampai beterbangan. Bahkan, konstruksi kuda-kudanya sampai terbalik.

Peristiwa yang berlangsung tahun lalu itu memperpanjang persoalan relokasi pedagang terdampak pembangunan jalan tembus. ‘’Belum bisa ditempati,’’ kata Suratmin, salah seorang pedagang kayu.

Sejatinya, Suratmin beserta tujuh pedagang lainnya bersedia menempati kios di sisi utara. Pindah tempat jualan itu konsekuensi dari proyek jalan baru yang dilanjutkan. ‘’Sudah ada pemberitahuan lama soal itu. Kami memang mau saja dipindah,’’ ujarnya.

Namun, kerusakan itu membuat rencana pindahan terbengkalai. Sementara perbaikan dari dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) hanya menyasar kios yang besar. Tidak sampai kios yang kecil. ”Yang penting tempat untuk kami nanti tetap ada,’’ ucapnya.

Kasi Sarpras Pasar Disperindag Magetan Darmaji mengaku tidak bisa memperbaiki kios yang terdampak angin kencang. Anggaran yang ada hanya cukup untuk melanjutkan pembangunan los di sisi utara. Relokasi pun mundur dari rencana. ‘’Seharusnya tahun kemarin bisa digunakan, tapi kena bencana,’’ katanya.

Namun, puing-puing reruntuhan telah dirapikan. Semua material diamankan agar tak dijarah oknum tak bertanggung jawab. Bencana di tahun lalu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 25 juta. Kerusakan terparah menimpa 13 kios di sisi selatan. ‘’Karena faktor bencana tak bisa diduga-duga,’’ ujarnya. (fat/c1/fin)

Waspadai Sapuan Angin Desember-Januari

DESEMBER-JANUARI, sapuan angin diprediksi sedang kencang-kencangnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan menandai delapan kecamatan rawan. Meliputi Plaosan, Panekan, Magetan, Sukomoro, Kawedanan, Maospati, Bendo, dan Takeran. ‘’Kami terus lakukan pemantauan di area tersebut, banyak pohon besar apa tidak,’’ kata Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa.

Kejadian terparah di pengujung tahun ini melanda Panekan. Tak kurang dari 44 rumah mengalami kerusakan. Banyak atap beterbangan. Beberapa pohon tumbang menimpa jaringan listrik. Juga merusak kandang dan gudang. ‘’Ada juga pohon tumbang yang melintang di jalan,’’ ujarnya.

Prakiraan Stasiun Klimatologi Malang, akumulasi curah hujan di Jawa Timur hingga Februari tahun depan berkisar antara 151->500 mm. Magetan termasuk bagian dari eks Karesidenan Madiun, tergolong daerah dengan curah hujan tinggi (301->500 mm). ‘’Setiap hujan deras dalam kurun waktu lama patut diwaspadai. Itu juga berpotensi banjir dan longsor,’’ ungkapnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close