Ponorogo

Terdakwa Pembunuhan Herfina Dituntut 20 Tahun Penjara

Keluarga Korban Minta Keadilan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Joko Hermanto, terdakwa pembunuhan Herfina Rahma Sari, dituntut hukuman 20 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menuntut ancaman sanksi maksimal dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo Rabu (12/2). ‘’Pasal yang kami kenakan ada tiga,’’ kata JPU Nanang Rianto.

Sidang pembacaan tuntutan terhadap Joko digelar di Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo pukul 14.00 kemarin. Majelis hakim diketuai Sutrisno beranggotakan Andi Wilham dan Albanus Asnanto. Joko didakwa tiga pasal. Yakni, pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 338 tentang pembunuhan, dan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Sesuai ancaman maksimal pada pasal 340 KUHP, Joko bisa dituntut hukuman mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun. ‘’Dari pimpinan, dituntut 20 tahun penjara,’’ sebut Nanang.

Ada sejumlah pertimbangan mengapa Joko dituntut 20 tahun. Pertama, perbuatan Joko yang tega menghabisi nyawa Herfina dengan perencanaan matang telah mengakibatkan luka yang mendalam pada keluarga korban. Di sisi lain, terdakwa juga kooperatif terhadap proses hukum selama ini. ‘’Yang kami lihat selama persidangan, terdakwa mengakui terus terang, serta sopan dalam persidangan. Sejak penyidikan juga kooperatif,’’ bebernya.

Nanang dan tim JPU akan melihat respons terdakwa dan penasihat hukumnya. Atas tuntutan dari JPU kemarin. ‘’Kami akan lihat materi minggu depan. Apakah hasilnya dari penasihat hukum mengajukan pembelaan atau permohonan,’’ ujarnya.

Andi Prasetya, Kakak Herfina, merasa kecewa dengan tuntutan tim JPU. Pihak keluarga ingin Joko setidaknya dituntut seumur hidup. ‘’Dari pihak keluarga tidak terima kalau tuntutannya segitu. Seberat mungkin lah, harus sesuai tindakannya. Minimal seumur hidup,’’ kata Andi, diwawancara usai sidang. Rabu mendatang, Joko dan penasihat hukumnya akan menyampaikan pleidoi atas tuntutan JPU kemarin.

Diketahui, Joko didakwa telah menghabisi nyawa Herfina pada 23 Juli lalu di Jembatan Galok, Sampung. Pembunuhan berencana itu dilakukan terdakwa yang merasa kesal lantaran korban menagih pertanggungjawaban. Herfina kala itu mengandung buah hati dari Joko. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close