features

Terbiasa Gali Informasi

Nama lengkap : Shinta Noppita Sari
Nama panggilan : Shinta Noza
Tempat, tanggal lahir : Madiun, 28 November 1992
Pendidikan : S2 Media & Komunikasi Universitas Airlangga
Hobi : Traveling, menonton film, membaca, bernyanyi

Wajah Shinta Noppita Sari atau yang biasa dikenal Shinta Noza kerap wira-wiri di layar kaca. Jebolan Kakang Mbakyu Kota Madiun ini kini sukses menjadi TV Presenter Liputan 6 SCTV. Juga sukses di dunia public speaker sebagai profesional MC, moderator, pembicara atau pemateri pubilc speaking, dan voice over talent.

Halo, apa kabar?
Alhamdulillah kabar baik, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan ya.

Saat ini sedang sibuk apa?
Selain kesibukan seperti biasa sebagai presenter di Liputan 6 SCTV dan di dunia public speaker, juga lagi fokus menyelesaikan tesis. Doain semoga cepet selesai dan cepat lulus ya. Selain itu juga ada job iklan dan kegiatan Key Opinion Leader (KOL) untuk berbagai brand. Influencer bahasa familiarnya buat anak zaman sekarang hehe. Lalu juga belajar buat mengurus rumah tangga, newbie banget nih hehe wish me luck.

Mulai kapan terjun di bidang jurnalis sebagai TV Presenter?
Awal terjun ke dunia televisi pada 2010, waktu kelas XII SMA. Saat aku ikut ajang Puteri Indonesia Jawa Timur 2011, ternyata pas lagi ada orang TVRI Jawa Timur mencari presenter. Singkat cerita, dikontaklah aku sama pihak mereka, kemudian mengikuti dan alhamdulillah diterima. Jadi bisa dibilang secara profesional mulai 2011 mengawali karir di dunia televisi di TVRI Jawa Timur. Pada 2015 aku mengikuti ajang Miss Indonesia 2016 di Jakarta dan bergabung di Kompas TV Jakarta sebagai presenter, reporter dan kreatif. Kemudian aku bergabung di Liputan 6 SCTV hingga sekarang.

Apakah menjadi TV Presenter adalah cita-cita Anda?
Bisa dibilang iya. Karena aku memang sudah yakin memilih jurusan antara ilmu komunikasi, hubungan internasional atau hukum untuk kuliah. Setelah diberi kesempatan mencicipi dunia TV Presenter dan setelah dijalani sepertinya Tuhan memberikan jalannya di sini. Alhamdulillah aku nyaman dan mencintai apa yang aku kerjakan. Aku bekerja sesuai dengan passion. Tapi tidak menutup kemungkinan ingin mencoba hal baru untuk pekerjaan, seperti sebagai profesional public relation, membuka kelas atau sekolah public speaking.

Menjadi TV Presenter profesional, menurut Anda hal apa saja yang dibutuhkan?
Butuh kemauan untuk terus belajar dan meng-update wawasan. Sehingga punya pengetahuan yang luas, jadi saat mendapatkan materi apapun bisa nyambung. Harus peka terhadap situasi keadaan serta berfikir kritis, cepat, tepat dan sebisa mungkin netral tidak memihak. Kalau dari segi teknis harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, bisa membawakan berita dan menyampaikan informasi dengan artikulasi, speed, dan intonasi yang tepat. Untuk bisa memberikan tayangan atau program yang menarik dan whole package berkat kerja tim, jadi dibutuhkan kerja sama dengan tim yang baik dan koorperatif juga.

Masa pandemi seperti saat ini, apakah ada kendala ketika di lapangan?
Lebih menjadi tantangan tersendiri, karena ketika turun lapangan menggali informasi atau wawancara dengan narasumber tetap harus dengan menerapkan protokol kesehatan. Saling mengingatkan dari demi kebaikan dan kesehatan bersama.

Selain menjadi TV Presenter kabarnya juga aktif menjadi MC dan moderator, bagaimana membagi waktunya?
Untuk on air atau siaran sebagi TV Presenter sudah ada jadwal. Jadi bisa diatur untuk pekerjaan off air; MC, moderator dan lain-lain. Namun jika ada pekerjaan off air yang mungkin bentrok dengan tugas on air maka dikondisikan dengan rekan-rekan dan tim untuk mengganti atau bertukar jadwal siaran, jika benar-benar tidak bisa maka harus siaran dahulu.

Adakah pengalaman menarik ketika menjadi TV Presenter? Bisa diceritakan?
Bisa berjumpa dengan banyak orang dari berbagai kalangan, dari presiden, menteri, pejabat daerah, akademisi profesor, dosen, mahasiswa, komunitas dari berbagai bidang dan lain-lain. Sehingga membuat saya banyak belajar dan mengambil pengalaman dari yang mereka ceritakan. Kalau pengalamannya pernah pas lagi siaran live tiba-tiba layar promter blank mati dan terjadi kesalahan teknis sehingga cukup panik tapi tetap harus stay calm dan terlihat everything’s okey di layar hehe.

Bagaimana dukungan keluarga terhadap pekerjaan Anda?
Alhamdulillah selama ini keluarga baik orang tua dan suami mendukung, dan saya sendiri juga tetap berusaha untuk selalu meluangkan waktu quatity time bersama keluarga. Family come first.(fit/aan)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button