MagetanSport

Terbang di Angkasa Nikmati Victory Perdana

MAGETAN – Persemag akhirnya memperoleh kemenangan perdana. Kemarin (18/4) Laskar Macan Lawu -julukan Persemag- melibas Perspa Pacitan dengan skor 2-0 (0-0) di Lapangan Angkasa Lanud Iswahjudi. Victory itu sekaligus menutup enam laga yang telah dilakoni pada putaran pertama kompetisi Liga 3 Regional Jawa Timur. Persemag nangkring di posisi lima grup C dengan meraup lima poin. Sementara Perspa terjerembab di dasar klasemen tanpa mengoleksi poin.

Jual beli serangan terjadi pada babak pertama. Meski intens menyerang, Persemag sesekali dikejutkan dengan serangan balik Perspa. Pada menit ke-20, misalnya, menerima umpan lambung, pemain depan Perspa lolos kawalan pemain belakang hingga tinggal berhadapan Risky Maulana, kiper Persemag. Namun, Risky yang langsung keluar dari sarangnya berhasil menutup celah untuk menembak. Peluang matang Persemag datang menjelang turun minum. Namun, tendangan mendatar Rizal Roy Efendi masih tipis di samping gawang.

Persemag pun semakin gencar menyerang masuk babak kedua. Puluhan Magma Mania, fans Persemag, yang hadir bersorak ketika Rizal Roy mencetak gol di menit ke-53. Bermula dari crossing sisi kiri pertahanan lawan, bola yang dibuang jatuh tepat di kaki pemain bernomor punggung 12 itu. Tendangan keras yang dilepaskan gagal dibendung kiper Perspa Gembong. Perspa berusaha menyamakan kedudukan. Namun, peluang yang didapatkan gagal dikonversi menjadi gol. Alih-alih bisa mencetak gol, jala Gembong kembali kemasukan di menit 91’ lewat tendangan bebas Rizal Fahlevi.

Pertandingan dua tim sama-sama dari wilayah eks Karesidenan Madiun ini berlangsung keras dan panas. Bahkan, wasit Sulton Habibi mengeluarkan total dua kartu merah dan empat kartu kuning. Dua kartu kuning itu untuk Persemag dan sisa kartu lainnya dihadiahkan ke Perspa. Red card langsung diberikan kepada Nanda pada menit 80’.

Pemain belakang itu terlihat memukul wajah salah satu pemain Persemag ketika duel berebut bola. Tujuh menit berselang, giliran Egi Dirga yang diusir. Dia menerima kartu kuning kedua. Yang pertama karena menjegal Rizal Roy. Kartu kedua diberikan tidak lama berselang. Sontak, pemain Perspa langsung memprotes keputusan tersebut. Pasalnya, striker itu diklaim tidak berbuat kesalahan. ‘’Kartu merah kedua itu tidak masuk akal,’’ kata asisten pelatih Perspa Aris Wahyudi sambil geleng-geleng kepala.

Aris pun mempertanyakan keputusan wasit memberikan kartu kuning kedua untuk Egi. Ketika disinggung karena alasan protes berlebihan, dia menampiknya. Aris empat bertanya ke Egi, jawaban yang diberikan sama sekali tidak melakukan apa-apa. Dia menilai kinerja wasit perlu dievaluasi. ’’Permainan kami unggul semuanya. Tapi keputusan wasit banyak yang merugikan kami,’’ paparnya.

Sementara coach Persemag Sukamto berpendapat wasit sudah bekerja secara adil dan netral. Sebab, anak asuhnya juga menerima kartu kuning. Dia memaklumi kubu Perspa kecewa lantaran pulang ke Pacitan dengan kekalahan. Terlepas dari sejumlah insiden, dia mengakui bila pertandingan derby kemarin sangat keras. Itu lantaran kedua tim dituntut meraih kemenangan demi mengumpulkan poin. ‘’Hal yang wajar karena pemain sama-sama masih muda, jadi emosi sulit terkontrol,’’ ujarnya.

Sukamto menuturkan, raihan kemenangan itu merupakan bukti perjuangan Nanang Wahyudi dkk dalam berlatih. Hasil evaluasi lima kali pertandingan membuahkan hasil. Latihan teknik, umpan satu-dua, dan crossing berjalan sesuai rencana. Pendek kata, permainan anak asuhnya semakin matang dan berkembang. ’’Kemenangan ini mendongkrak mental anak-anak untuk laga putaran kedua,’’ tandasnya. (cor/c1/ota)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button