Advertorial

Terapkan Prokes di Mana pun Berada

Pesan Bupati saat Cek PTM Terbatas Hari Pertama

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Di hadapan belasan siswa kelas IX SMPN 2 Ngawi, Bupati Ony Anwar Harsono memberikan wejangan. Selain menerapkan protokol kesehatan (prokes), juga meminta berangkat dan pulang sekolah diantar-jemput wali masing-masing.

Poin tersebut sebagai protokol wajib selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas. Pesan itu disampaikan bupati saat meninjau hari pertama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas SMP sederajat Senin (27/9). ‘’Prokes harus diterapkan di mana pun, bukan hanya di sekolah,’’ kata Ony.

Selain SMPN 2 Ngawi, rombongan bupati bersama dinas pendidikan (dindik) juga mengecek pelaksanaan PTM di SMPN 1 Ngawi. Ony menilai pelaksanaan hari pertama berjalan baik dan sesuai standard operating procedure (SOP). Siswa juga terlihat antusias mengikuti KBM di kelas. ‘’SOP harus diterapkan sebaik mungkin. Saling menjaga satu sama lain adalah hal penting,’’ ucapnya.

Kepala Dindik Ngawi Sumarsono menyebut, tatap muka terbatas dilakukan oleh 78 SMP negeri dan swasta. Demi memberikan rasa aman bagi warga sekolah dan orang tua, setiap sekolah melakukan uji cepat antigen. Kuota masing-masing lembaga di kisaran 20 orang. ‘’Rapid test antigen dilakukan secara berkala,’’ ujarnya.

Sumarsono menyampaikan, pelaksanaan KBM kombinasi antara tatap muka dan jarak jauh. Siswa yang mengikuti tatap muka hari pertama, keesokan harinya giliran daring. Begitu sebaliknya. ‘’Ini upaya agar peserta didik memperoleh materi pelajaran tanpa membedakan jenis KBM yang diterima,’’ ucapnya sembari menyebut PTM terbatas bakal dievaluasi setiap pekan. (ti7/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button