Madiun

Tepis Isu Bakso Tikus, Produsen Sebut Temuan di Video Serat Lidah Sapi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Isu bakso daging tikus di Kedai Malaya Mas Sugeng, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, dibantah produsennya. Nanang Setyawan, 32, pemasok bakso, mengklaim bahan yang dipakai bukan hewan pengerat itu, melainkan campuran daging ayam dan sapi.

Warga Desa Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk, itu menepis bagian yang ditemukan dari dalam bakso adalah kaki tikus. Temuan tersebut  viral di dunia maya setelah pelanggan Sugeng Riyadi, pemilik kedai bakso, mengunggah videonya ke Instagram (IG). ‘’Bagian itu kemungkinan besar adalah serat lidah sapi,’’ kata Nanang Rabu (29/1).

Nanang menerangkan, pangkal lidah sapi punya karakteristik akan mengeras setelah direbus. Tekstur seperti itu cocok sebagai bahan produksi bakso urat. Dia menilai, pembuat video awam terhadap beef lips. ‘’Mungkin tidak banyak yang tahu kalau pangkal lidah itu mengeras setelah direbus. Saya sudah mengirimkan beberapa (pangkal lidah sapi) ke Sugeng dan bisa dibuktikan sendiri,’’ ujarnya dihubungi via telepon seluler (ponsel).

Nanang dikenal sebagai jagal sapi dan berjualan daging di Pasar Warujayeng. Di luar itu, dia juga memproduksi bakso. Olahan daging ayam dan sapi coba divariasikan dengan beef lips sejak empat bulan lalu. Daging tersebut diklaim aman dikonsumsi. ‘’Ada yang dibuat soto dan rawon. Di Nganjuk sudah biasa yang seperti itu,’’ ungkapnya.

Isu daging tikus ini berimbas ke Nganjuk. Para penikmat bakso di Kota Angin diklaim menurun karena banyak yang ketakutan. Paguyuban pedagang bakso setempat ancang-ancang mengambil langkah konkret. ‘’Ini masih rembukan dengan teman-teman,’’ kata Nanang.

Dia mengungkapkan, isu daging tikus tidak sekali menerpanya. Akhir tahun lalu pernah terjadi hal serupa dengan latar belakang persaingan bisnis. Sedangkan masalah di luar daerah baru kali pertama terjadi. Selain Kabupaten madiun, Nanang memasok bakso ke Krian. ‘’Kalau dipikir-pikir, kenapa harus daging tikus. Pakai daging ayam kan murah produksinya,’’ ujarnya.

Terpisah, Sugeng mengakui mendapat kiriman serat lidah sapi dari Nanang. Itu sebagai pembanding bagian yang dianggap kaki tikus adalah serat lidah sapi. Sehingga, wajar jika ada serat tidak halus saat penggilingan. ‘’Kami siap untuk membuktikan,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close