Mejayan

Tenggang Rasa Penderita Korona, Beri Dukungan Moril Pasien dan Keluarga

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Covid-19 bukan aib. Karenanya, Bupati Madiun Ahmad Dawami berharap penolakan warga terhadap keluarga penderita atau petugas medis di beberapa daerah tidak terjadi di kabupaten ini. Atensi itu diberikan menyusul berlipatnya penambahan kasus positif korona hingga 11 pasien per petang Kamis (7/5).

Tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 pun mengunjungi lingkungan sejumlah tempat tinggal pasien baru itu Rabu malam (6/5). Menyosialisasikan sikap tenggang rasa di masa pandemi ini. ‘’Jangan ada perasaan benci kepada pasien atau keluarganya,’’ pinta Kaji Mbing, sapaan akrab bupati.

Diketahui, tujuh kasus positif bertambah dalam kurun dua hari. Empat pasien terkonfirmasi Selasa (5/5) dan keesokan harinya (6/5) tiga pasien. Penularan enam di antaranya dari klaster ponpes Temboro, Magetan, dan sisanya klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Para penderita kini dirawat di RSUD Dolopo dan RSUD Caruban. Sedangkan anggota keluarga diminta karantina mandiri di rumah.

Tim GTPP mengetuk satu per satu pintu rumah tetangga pasien korona. Mereka diberi pemahaman bahwa pasien sakit tengah mendapatkan perawatan medis. Jangan menjauhi anggota keluarga pasien yang diminta isolasi mandiri. Sebaliknya, harus diberi dukungan moral. ’’Isolasi itu bukan sesuatu yang hina, mereka mencegah penularan,’’ tutur Kaji Mbing.

Selain mengunjungi rumah warga, GTPP juga mendatangi kantor pemerintah desa (pemdes) pasien positif tinggal. Bupati mengingatkan perangkat desa untuk intens memantau penerapan protokol kesehatan warganya di setiap kegiatan. ‘’Seperti pembatasan jamaah salat di masjid. Tidak ada penutupan, tapi dibatasi untuk umum,’’ paparnya.

Menurut bupati, kedisiplinan dan kesadaran menjadi kunci memotong rantai penularan korona. Belasan kasus positif saat ini diharapkan bisa dijadikan atensi masyarakat. Sebesar apa pun upaya pemerintah, jika tidak dibarengi sikap tersebut, usaha itu bisa sia-sia. ‘’Saat ini semua berisiko (terinfeksi Covid-19). Risiko itu dapat diminimalkan dengan patuh menjalankan protokol kesehatan,’’ tekannya.

Di sisi lain, dia meyakini masyarakat telah memahami bahaya dan anjuran jaga jarak fisik. Namun, pemahaman tersebut tidak dikuti kesadaran menerapkannya. ‘’Yang terindikasi terpapar harus patuh dan sadar menjalani isolasi. Yang sehat jangan ngeyel dengan protokol, turut mendukung dan menjaga yang terindikasi,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close