Madiun

Tenaga Kerja Informal Bakal Diasuransikan

Rp 1 Miliar untuk Siaga Kita

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penggodokan program Siaga Kita memasuki babak akhir. Senin (9/12) Pemkot Madiun menggelar rapat internal membahas peraturan wali kota (perwal) yang mengatur detail aturan yang menjadi pedoman program tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun Suyoto menyebut, Kota Madiun merupakan satu-satunya daerah di Jawa yang meluncurkan program itu. Siaga Kita merupakan program pemberian jaminan asuransi kepada tenaga kerja sektor informal.  ‘’Diterapkan mulai tahun depan,’’ kata Suyoto.

Kendati diluncurkan tahun depan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Mulai pendataan, verifikasi, hingga validasi data. ‘’Untuk pendataan kami menggandeng RT hingga kelurahan. Sudah kami dapatkan data by name by address,’’ ujarnya.

Suyoto mengatakan, data yang telah divalidasi mencapai 8.962 jiwa. Data tersebut merupakan penduduk yang bekerja di sektor informal, tergolong rumah tangga miskin (RTM), dan merupakan warga asli Kota Madiun. Kendati demikian, data itu belum final. Pasalnya, syarat dan ketentuan masih dalam pembahasan. ‘’Masih kami bahas terkait syarat dan lain-lain,’’ imbuhnya.

Suyoto menuturkan, program tersebut merupakan kerja sama Pemkot Madiun dengan BPJS Ketenagakerjaan. Anggaran yang digelontorkan untuk tahun depan mencapai Rp 1 miliar. Jika belum mampu mengakomodasi seluruh warga sasaran, bakal diajukan dalam PAK 2020. ‘’Program ini sudah masuk RAPBD 2020,’’ sebutnya.

Mekanismenya, pemkot membayarkan premi ke BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 16.800 per orang per bulan. Perinciannya, jaminan kematian (JKM) Rp 10 ribu dan jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp 6,8 ribu. ‘’Jadi, ada dua jaminan dalam program ini yang bakal didapatkan penerima manfaat. Yaitu, jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja,’’ terang Suyoto.

Penerima manfaat yang meninggal, lanjut dia, ahli warisnya akan mendapat santunan Rp 24 juta. Sedangkan jika kematian tersebut disebabkan kecelakaan kerja bakal memperoleh Rp 48 Juta. Pun, jika masih memiliki anak yang sekolah akan mendapatkan beasiswa. ‘’Cacat akibat kecelakaan kerja juga mendapatkan santunan,’’ ujarnya.

Kendati sudah mendekati peluncuran per 1 Januari 2020 mendatang, banyak warga yang belum mengetahui perihal program itu. ‘’Semoga dapat. Baru dengar sekarang ini. Sebelumnya tidak tahu sama sekali,’’ kata Suyati, warga Jalan Kalimosodo yang sehari-harinya berjualan buah di sekitar Pasar Besar Madiun.

Hal senada dilontarkan Agung Suhardi, tukang becak yang biasa mangkal di Jalan Pahlawan. Warga Jalan Gajah Mada itu mengaku buta soal Siaga Kita. Pun, kata dia, selama ini tidak ada petugas yang datang ke rumahnya melakukan pendataan. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close