Madiun

Kualitas Udara Kota Pendekar Diklaim Masih di Ambang Batas Wajar

MADIUN, Jawa Pos Radar MadiunKeyword kualitas udara beberapa hari terakhir menjadi kata kunci yang sering digunakan di mesin pencarian internet. Apalagi, rupanya kualitas udara juga berpengaruh terhadap kesehatan. Bahkan salah satu dari sekian faktor pemantik kanker darah yang menyerang anak adalah kualitas udara yang buruk dan terkontaminasi bahan kimia.

Jawa Pos Radar Madiun melakukan pantauan kualitas udara dari foto udara. Pantauan dilakukan dengan menerbangkan drone di titik sekitaran Taman Demangan dengan ketinggian 100-an meter. Dari beberapa hasil jepretan foto udara, tampak kabut putih tipis menyelimuti sekitaran taman. Kabut itu menjadi hitam pekat di sekitaran Kota Madiun sebelah utara.

Kasi Pencegahan Pencemaran Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun Danang Hadiarto menjelaskan, hingga saat ini kualitas udara di kota setempat masih cukup baik. Itu dibuktikan dari hasil uji sampel di lima titik. ’’Kami rutin lakukan uji sampel sebulan sekali,’’ kata Danang.

Dia membeberkan, hasil uji sampel dilakukan di Jalan Urip Sumaharjo mewakili sampel transportasi, area TPA Winongo mewakili sampel pembuangan akhir, area PG Rejo Agung mewakili sampel industri, dan area Balai Kota mewakili sampel perkantoran. Sedangkan area Jalan Tanjung Raya mewakili sampel permukiman.

Uji sampel di lima titik tersebut dilakukan untuk mengetahui kandungan sulfur dioxide, carbon monoxide, nitrogen dioxide, oxidant, dust, lead, hydrogen sulfide, ammonia, dan hydrocarbon. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa unsur tersebut masih di bawah ambang batas baku mutu kualitas udara.

Danang menyebut, penentuan baku mutu tersebut berdasarkan Permengub Jatim Nomor 10/2009 tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Emisi Sumber Tidak Bergerak di Jatim. ’’Ada ukuran batu mutunya, semuanya masih di bawahnya. Kesimpulannya, kualitas udara masih cukup baik atau bisa dikatakan belum tercemar,’’ jelasnya.

Ditanya terkait penyebab penampakan kabut hitam pekat dalam foto udara tersebut, Danang memperkirakan berasal dari peningkatan aktivitas cerobong asap PG Rejo Agung. Kendati demikian, hal itu masih dalam ambang batas kewajaran. ‘’Kami sudah menerima laporan uji sampel dari PG Rejo Agung bulan lalu. Hasilnya masih di bawah baku mutu. Artinya, kualitas udara emisi aktivitas industri tersebut tidak mencemari lingkungan,’’ ungkapnya.

Danang tidak menampik kendaraan bermotor turut andil dalam polusi udara. Namun, di Kota Madiun kendaraan bermotor masih layak dan tidak menimbulkan pencemaran. Itu berdasarkan hasil uji emisi kendaraan bermotor yang dilakukan setiap bulan. ’’Kami biasanya lakukan setiap bulan,’’ sambungnya.

Setiap uji emisi, pihaknya mengambil 30-40 kendaraan bermotor pribadi baik roda empat maupun roda dua. Dari total itu, hanya lima sampai enam kendaraan yang dinyatakan tidak lulus. Itu artinya mayoritas kendaraan bermotor di Kota Madiun ramah lingkungan. ’’Apalagi kendaraan terbaru sudah cukup baik dan ramah lingkungan,’’ tuturnya.

Dari hasil uji ilmiah tentang kualitas udara yang telah dilakukan, belum dapat diketahui pasti penyebab penampakan kabut hitam pekat tersebut. Pihaknya bakal menelusuri penyebabnya. ‘’Terpenting hasil kajian sudah menunjukkan kualitas udara di Kota Madiun masih dalam ambang wajar. Bisa dikata baik,’’ ucapnya. (mg7/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close