Pacitan

’’Telur’’ Warna-Warni di Bibir Pantai Pidakan

PACITAN – Ada hal yang tak biasa saat berkunjung ke pantai Pidakan. Meski disebut pantai, namun tak nampak deretan pasir putih atau hitam di Desa Jetak, Tulakan itu. Yang ada, deretan batu beragam ukuran sepanjang 1 kilometer garis pantai. Kikisan air laut juga membuat batu-batu tersebut berbentuk bulat layaknya telur. Warna-warni.

Tak hanya indah dari bentang alamnya, pada Ramadan ini lokasi tepi pantai yang luas kerap dijadikan para event oganizer setempat menggelar acara di pantai Pidakan. Tak tanggung-tanggung, di bulan ini misalnya tiga agenda hiburan lokal memilih Pidakan. Belum lagi, mendekati libur Lebaran dan sekolah kelak. ’’Memang di sini setiap tahun selalu dijadikan tempat penyelenggaraan acara, karena lokasinya luas dan tanahnya kuat,’’ ujar Sutarmi. penjaga loket wisata tersebut.

Jika di hari biasa pengunjung hanya berkisar 100 hingga 500 orang. Lain halnya saat ada event. Wisawatan bakal melonjak tiga hingga empat kali lipat. Tak hanya dari Pacitan, para pengunjung juga berbondong-bondong dari luar kota. Seperti Trenggalek, Wonogiri, Madiun dan Ponorogo. Banyaknya wisatwan turut mendongkrak ekonomi warga lokal yang kerap berjualan makanan ringan disekitar lokasi pantai. ’’Kalau hari-hari biasa sering tutup (warung,red) tapi kalau musim liburan atau Ramadan ini setiap hari pasti buka,’’ jelasnya.

Faktor cuaca jadi penentu kunjungan di pantai tersebut. Pasalnya, saat gelombang tinggi para pengujung dilarang bermain di tepi pantai Pidakan. Lantaran luasnya bentangan pantai tak didampingi pulau di depannya. Hingga, seluruh samudera nampak terpampang jelas terlihat. ’’Kalau surut lebih bagus, karena bisa sekalian berburu hewan laut seperti bulu babi, kerang, atau gurita, disini banyak,’’ tambah Sutarmi.

Di luar faktor cuaca, fasilitas yang tersedia di pantai Pidakan sudah cukup lengkap. Ada enam toilet yang tersedia bagi para wisatawan. Pun, tarif karcis masuknya juga relatif murah, Rp 4.000 per orang. Parkir sepeda motor tidak dipungut biaya, sementara mobil dipungut Rp 3.000. Lokasinya juga gampang dituju. Berjarak 30 menit dari pusat kota, akses menuju pantai Pidakan melewati jalur lintas selatan (JLS) yang mulus. ’’Kalau untuk fasilitas, sebenarnya masih cukup memadai. Belum perlu penambahan yang sifatnya mendesak,’’ ujarnya. (gen/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button