Magetan

Telaga Sarangan-Wahyu Lockdown 11 Hari

Minimalkan Risiko Penyebaran Covid-19

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kebijakan Disparbud Magetan untuk tetap membuka Telaga Sarangan bagi wisatawan dianulir. Kamis (19/3) mereka memutuskan untuk menutup objek wisata unggulan daerah tersebut. Penutupan itu berlaku mulai 19–29 Maret.

Kepala Disparbud Magetan Venly Tomi Nicholas mengatakan, kebijakan tersebut sengaja ditempuh untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19. Karena itu, pihaknya berharap seluruh masyarakat maklum. ‘’Demi kebaikan bersama,’’ kata Venly.

Pemberlakuan status lockdown di objek wisata Telaga Sarangan memang sempat terjadi tarik ulur. Karena beberapa pelaku usaha di kawasan tersebut menghendaki agar Sarangan tetap dibuka untuk umum. Harapannya, pendapatan ekonomi mereka tidak mandek.

Disparbud bahkan sempat menyatakan kesiapan mereka menjalankan protokol keamanan pengunjung ke Sarangan. Seperti penyediaan thermo gun, hand sanitizer, dan petugas medis yang stand by di lokasi.

Namun, setelah mendapat berbagai masukan dan mempertimbangkan dampak buruknya, keputusan untuk menutup Telaga Sarangan sementara waktu mesti ditempuh. Venly mengaku tidak mau mengambil risiko besar. ‘’Tentunya penutupan ini (Telaga Sarangan, Red) diharapkan bisa meminimalkan risiko (terpapar virus korona),’’ ujar mantan kepala dinas koperasi dan usaha mikro tersebut.

Karena statusnya lockdown, seluruh akses masuk ke Sarangan bakal ditutup total. Termasuk jalan alternatif Ngluweng. Akses itu hanya dibuka untuk warga setempat. Guna mengantisipasi wisatawan yang menyelinap masuk, disparbud bakal menyiapkan petugas jaga. ‘’Kami sudah sosialisasikan dengan memasang spanduk di depan pintu masuk Sarangan serta diinfokan di medsos,’’ terang Venly.

Kebijakan penutupan juga diberlakukan disparbud terhadap objek wisata lain yang mereka kelola. Seperti Telaga Wahyu. Selain itu, Venly mengapresiasi pengelola sejumlah wahana wisata di Magetan yang sudah menutup usaha mereka lebih dulu untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. ‘’Sebagian besar memang sudah tutup, ada yang masuk karyawannya saja dengan pembatasan aktivitas,’’ jelasnya.

Dengan penutupan tersebut, tentu sejumlah event pariwisata yang sedianya bakal digelar terpaksa ditunda. Menurut Venly, kondisi itu pasti berdampak pada perekonomian. ‘’Saya berharap penyebaran virus ini cepat berlalu. Supaya ekonomi masyarakat bisa lekas membaik,’’ ucapnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button