Ponorogo

Telaga Ngebel Jadi Kawasan Percontohan Uji Coba Normal Baru

Mengembalikan Senyum Pelaku Usaha Pariwisata

Sudah berbulan-bulan aktivitas kepariwisataan di Telaga Ngebel mati suri. Pemkab Ponorogo menutup objek wisata tersebut untuk menekan potensi penyebaran Covid-19. Mulai Rabu (2/6) uji coba new normal diberlakukan. Telaga Ngebel jadi salah satu kawasan percontohan.

………………..

SEMILIR angin sejuk bertiup dari arah pepohonan di tepi Telaga Ngebel siang itu. Kicau burung merdu terdengar. Wisatawan mulai berdatangan lagi. Meski tidak banyak. Asa para pedagang dan pelaku usaha setempat kembali tumbuh. Sebab, hampir tiga bulan mereka ”berpuasa”.

Mereka pun bisa kembali tersenyum. Ruslan, salah seorang di antaranya. Penjaja kopi dan gorengan di tepi Telaga Ngebel. Dengan mengenakan masker, dia dan istri melayani pesanan para wisatawan. ‘’Pembeli memang berkurang, tapi ini sudah cukup banyak,’’ kata dia penuh syukur.

Sejak awal pandemi korona, semua usaha di Ngebel tutup. Termasuk warung kopi Ruslan. Ruslan pun bersemangat ketika bolah buka lagi. Protokol pencegahan Covid-19 bakal ditaati. ‘’Sebelum korona, pendapatan bisa Rp 300 ribu per hari. Sekarang sekitar Rp 100 ribu. Tidak apa-apa, yang penting bisa cari nafkah lagi,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Agus Sugiharto mengatakan, pada masa uji coba new normal wisatawan luar daerah juga boleh berkunjung ke Ngebel. Namun, harus menyesuaikan situasi dan kondisi. ‘’Wisatawan yang tidak memakai masker dilarang masuk,’’ tegasnya.

Empat pintu gerbang masuk disiapkan untuk menyambut para pelancong. Yakni, pintu utama dari arah Jenangan, dari arah Dolopo (Kabupaten Madiun), dari arah Pulung, serta di Dukuh Semenok. Di setiap gerbang, petugas dibekali thermo gun. ‘’Wisatawan wajib cuci tangan, dicek suhu badannya,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close