Madiun

Teladani Pengorbanan dan Keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail mengajarkan tentang pengorbanan dan keikhlasan. Dua keteladanan yang katanya berat untuk dijalankan umatnya. Idul Adha 1440 Hijriah hari ini bisa menjadi momen peneguhan hati orang dewasa dan pembelajaran anak-anak atas tindakan tersebut.

————-

PERINGATAN Idul Adha 1440 Hijriah menjadi momen berharga bagi Muhammad Syahrul Abidin. Pelajar SMA ini ditunjuk sebagai ketua pelaksana penyembelihan hewan kurban di sekolahnya. ‘’Belajar banyak hal karena ini pengalaman pertama,’’ kata remaja 16 tahun itu.

Hal yang dipelajari itu di antaranya tata cara penyembelihan dan manajemen mengatur sebaran daging kurban. Semua dipelajari dari guru pendidikan agama Islam. Warga Kelurahan Patihan, Manguharjo, Kota Madiun, ini ingin mengakhiri tugas dengan nyate bersama teman-teman panitia. ‘’Biar plong setelah tenaga terkuras,’’ katanya.

Deviana Alifianti, warga Desa/Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, kerap dilibatkan dalam kepanitiaan dengan tugas mengantarkan daging kurban. Meski terkesan sepele, dia merasa beruntung memperoleh kesempatan itu. Apalagi, perayaan hari raya besar ini terasa tak semeriah yang dialaminya saat kecil. ‘’Dulu bisa kumpul di masjid dan takbir bersama, sekarang susah karena kesibukan masing-masing,’’ ujar gadis 17 tahun itu.

Di sisi lain, tidak semua anak tertarik dengan momen penyembelihan hewan kurban. Faris, misalnya, yang tidak ingin melihat darah mengalir kala pisau tajam menggorok leher hewan kurban. Tapi, bocah kelas V SD ini ikut berkeliling membagikan daging kurban ke rumah warga. ‘’Pulangnya bawa sekantong daging kurban,’’ katanya.

Idul Adha tidak lepas dari kisah keikhlasan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail. Cerita itu membuat Anisa Rezaliyanti ingin berkurban ketika dewasa. ‘’Nabi Ibrahim dulu ikhlas dan rela ingin menyembelih Ismail, anaknya sendiri. Dan Ismail juga rela disembelih ayahnya sendiri. Karena perintah Allah,’’ paparnya.

Tahun lalu, Anisa menyaksikan seekor sapi kabur ketika hendak disembelih. Dia dan warga di sekitar lokasi penyembelihan berhamburan. ‘’Bedanya, kalau saya lari karena takut, lainnya berusaha menangkap sapi itu,’’ kenangnya. (nur wachid/cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close