Magetan

Teknologi Pembatas Jalan Korea Selatan Amankan Sarangan

Tahan Laju saat Gigi Satu Tak Mampu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sampai kini, jalur Cemoro Sewu Sarangan masih tetap rawan. Kecelakaan yang merenggut enam korban jiwa yang kebanyakan jatuh ke jurang di tahun lalu tetap menjadi catatan Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan.

Berbagai rambu peringatan telah dipasang. Mulai imbauan menggunakan gigi satu saat melewati tanjakan dan turunan. Hingga pemasangan guard rail di titik rawan kecelakaan. ‘’Sekarang pun sudah mulai dipasangi rolling barrier,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Magetan Joko Trihono.

Rolling barier memang tak bisa menekan angka kecelakaan. Mengingat rata-rata kejadian dipicu faktor human error. Setidaknya bisa mengurangi tingkat kefatalan saat kecelakaan. ‘’Sekarang sudah dipasang di dua titik kecelakaan menonjol (TKP CRV dan bus maut Mojosemi),’’ ungkapnya.

Pemasangan teknologi pembatas jalan dari Korea Selatan ini terlebih dahulu populer di Cikidang, Sukabumi. Meski begitu, pemasangan di jalur wisata Sarangan ini tidak didahului studi banding di salah satu jalur rawan di Jawa Barat tersebut. Dishub Magetan sebatas berkoordinasi dengan Dishub Jatim. ‘’Satu–satunya yang dipasang rolling barrier di Jatim hanya di Magetan,’’ tegasnya.

Rolling barrier dipasang memanjang 200 meter dari dua zona rawan kecelakaan terkait. Khusus di titik laka bus maut, tikungan jalannya cukup tajam. Sehingga membutuhkan rolling barrier lebih panjang. ‘’150 meter guard rail lama akan kami pindahkan ke Poncol,’’ terangnya.

Untuk jalur di bawah Taman Sarangan, juga akan dipasang. Mengingat titik itu tidak kebagian guard rail baru di tahun kemarin. Sementara guard rail yang terpasang, sudah lama amblas. Idealnya 80 sentimeter dari ketinggian aspal, tetapi tinggal sekitaran 30 sentimeter. ‘’Itu diperlukan untuk menahan laju kendaraan agar tidak terjerumus ke jurang,’’ jelasnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close